Perlindungan Hukum terhadap Pasien Pengguna Jasa Tukang Gigi sebagai Sebuah Pelayanan Kesehatan Tradisional
ARYANI SINDUNINGRUM, R.A. Antari Innaka T., S.H., M.Hum
2015 | Skripsi | S1 ILMU HUKUMKesehatan gigi dan mulut merupakan sebuah hal penting yang terkadang luput dari perhatian masyarakat, sebab untuk berobat ke dokter gigi tersebut membutuhkan biaya yang tidak terjangkau oleh kalangan ekonomi menengah kebawah. Oleh karena itu dibutuhkan sebuah alternatif lain dengan menggunakan pelayanan kesehatan tradisional yaitu tukang gigi. Dalam praktiknya tukang gigi ini belum sepenuhnya diterima oleh masayarakat karena keberadaannya dianggap membahayakan masyarakat. Berdasarkan hal tersebut maka Penulis melakukan penelitian ini yang bertujuan untuk mengetahui bentuk perlindungan hukum terhadap pasien pengguna jasa tukang gigi sebagai sebuah pelayanan kesehatan tradisional. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan menggunakan metode penelitian yuridis normatif. Data yang digunakan lebih mengutamakan pada data sekunder, sedangkan data primer lebih bersifat penunjang. Dari hasil penelitian tersebut disajikan data secara kualitatif. Berdasarkan penelitian yang dilakukan diperoleh kesimpulan bahwa pasien pengguna jasa tukang gigi sebagai sebuah pelayanan kesehatan tradisional memiliki dua bentuk perlindungan hukum, pertama perlindungan hukum yang bersifat preventif dengan tidak memperbolehkan tukang gigi yang baru untuk membuka praktik melainkan hanya memperbolehkan tukang gigi yang telah memiliki izin sebelumnya dari pemerintah saja yang dapat berpraktik, serta dibutuhkan pengawasan dan pembinaan terhadap praktik tukang gigi oleh Dinas Kesehatan. Kedua, perlindungan hukum yang bersifat represif yaitu dengan mengajukan tuntutan ganti kerugian terhadap tukang gigi melalui gugatan atas dasar perbuatan melawan hukum.
The health of the teeth and mouth is an important matter that sometimes, it may have missed from the people’s attention, the problem is because the costs of the dentist are not affordable for the middle and lower class people. Therefore, it is necessary for the existence of dental artisans as an alternative form of traditional health services. In reality, the practice of dental artisans is not fully accepted by the society yet because it is considered harmful to the people. Based on that fact, The Writer has done some research to identify the legal protection to the patients of the dental artisans as a form of traditional health services. This research is a descriptive research using normative judicial as its method. The data used in this research is more emphasis on secondary data, while the primary data is more of a supporting data, and the result of the research is presented as a qualitative data. Based on this research, it was concluded that the patients of the dental artisans have two kind of legal protections. First, the preventive legal protection that does not allow new dental artisans to open a practice but simply allow the dental artisans who have had prior permission of government to open a practice, and also having supervision and guidance by the Department of Health. Second, it is a repressive legal protection that allows the patients to file a claim or complaint for damages against the dental artisans through the lawsuits on the basis of tort or an unlawful act.
Kata Kunci : tukang gigi, gigi, pasien, perlindungan hukum, kesehatan, tradisional