Laporkan Masalah

Identifikasi kecamatan pusat pertumbuhan wilayah dan analisis pengaruhnya terhadap daerah sekeliling(Hinterland)di kabupaten Garut

KARYANA, Nia Gania, Prof. Dr. Prasetyo Soepono, M.A.,MBA

2003 | Tesis | Magister Ekonomika Pembangunan

Tujuan pokok penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi kecamatan sebagai pusat pertumbuhan wilayah di Kabupaten Garut serta bagaimana pengaruhnya terhadap daerah sekelilingnya (hinterland). Dengan analisis scalogram dilakukan penilaian terhadap fasilitas perkotaan di tiap kecamatan yang meliputi fasilitas ekonomi, sosial dan pemerintahan. Teridentifikasi 5 kecamatan sebagai pusat pertumbuhan wilayah yang meliputi Kecamatan Tarogong, Kecamatan Garut Kota, Kecamatan Banyuresmi, Kecamatan Bayongbong dan Kecamatan Cikajang. Dengan menggunakan model gravitasi kelima pusat pertumbuhan wilayah tersebut masing-masing memiliki hinterland yang berbeda-beda jumlahnya. Jarak kecamatan yang paling dekat ke pusat pertumbuhan berdasarkan perhitungan dengan model gravitasi akan menjadi hinterlandnya. Hasil analisis Location Quotient menunjukkan bahwa tiap pusat pertumbuhan wilayah memiliki komoditi basis yang berbeda sesuai dengan karakteristik wilayah. Di samping itu penelitian ini juga telah mampu memberikan deskripsi bahwa penerapan konsep agropolitan di tiap kecamatan belum merata, ketimpangan fasilitas perkotaan yang dimiliki tiap-tiap kecamatan terutama antara wilayah utara dan selatan sangat terlihat sekali; hal ini dapat dilihat dari hasil penilaian terhadap fasilitas perkotaan yang dimiliki tiap kecamatan yang sangat bervariasi nilainya.. Dengan menggunakan model regresi diketahui bahwa tiap pusat pertumbuhan mempunyai pengaruh terhadap daerah hinterland. Hasil akhir dari penelitian ini menunjukkan bahwa peran fasilitas perkotaan di perdesaan akan mampu mengangkat daerah tersebut menjadi pusat pertumbuhan wilayah. Hal ini dibuktikan dengan teridentifikasinya Kecamatan Garut Kota dan Tarogong yang menjadi pusat pertumbuhan utama di Kabupaten Garut karena memiliki fasilitas ekonomi, sosial dan pemerintahan lebih memadai dibanding dengan kecamatan lainnya.

The main objective of this research is to identify subdistricts as the growth regional centers in the Garut district or regency and how their influences to their hinterland. Through scalorgram analysis, we make an evaluation on township facilities in every subdistrict which include economic, social, and govermental facilities. We have indentified five subdistricts as the growth regional centers including Tarogong, Garut Kota, Banyuresmi, Bayongbong, and Cikajang subdistricts. By using the gravitation model, we can find that the five growth regional centers have different numbers of hinterlands. The nearest hinterlands to the growth centers based on gravitation model calculation will become their hinterlands. The result of analysis by location quotient (LQ) shows that each growth center has various basic commodity based on regional characteristic. Besides that, the reseach is able to give description that the application of agropolitan concept in subdistricts is not equal. The unbalanced town facilities owned by every subdistricts especially in the north and south areas can be seen from the result of evaluation of town facilities owned by every subdistrict are very various. By using the regression model, we can find out that each growth center has influence on its surrounding. The final result of the research shows that the role of town facilities in the rural areas will be able to uplift the regions to become growth regional centers. It can be proved by the different situation between north and south areas. The northen region of Garut district, which has town facilities is more advanced or progressive and developed and has town situation than southern region.

Kata Kunci : Pertumbuhan Wilayah, Kecamatan

  1. S2-2003-NiaGaniaKaryana-abstract.pdf  
  2. S2-2003-NiaGaniaKaryana-bibliography.pdf  
  3. S2-2003-NiaGaniaKaryana-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2003-NiaGaniaKaryana-title.pdf