MOTIVASI MASYARAKAT DALAM PENGELOLAAN HUTAN RAKYAT DI DESA DAWUHAN KULON, KECAMATAN KEDUNGBANTENG, KABUPATEN BANYUMAS, PROVINSI JAWA TENGAH
EMIL FIRDAUS, Wahyu Tri Widayanti, S.Hut., M.P.
2015 | Skripsi | S1 MANAJEMEN HUTANMasyarakat pedesaan pada umumnya akan lebih mudah dalam berinteraksi dengan hutan rakyat dan intensif dalam mengelola hutan rakyatnya karena mereka tinggal di sekitar hutan rakyat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejarah pengelolaan hutan rakyat yang ada di Desa Dawuhan Kulon, motivasi masyarakat dalam mengelola hutan rakyat, faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi masyarakat, dan pengaruh motivasi terhadap tindakan masyarakat dalam mengelola hutan rakyat. Penelitian ini dilakukan pada bulan Februari Maret 2015 dengan menggunakan metode fenomenologi. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi lapangan, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi kepada informan. Penentuan informan dilakukan dengan menggunakan teknik snowball sampling. Data yang diperlukan dalam penelitian ini berupa data primer dan sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perkembangan hutan rakyat berawal dari kebun cengkeh pada tahun 1970-1981, berlanjut dengan jatuhnya harga tanaman cengkeh pada tahun 1982-1990, dan masyarakat mulai merasakan bahwa lahan mereka tidak menghasilkan sehingga beralih ke tanaman kehutanan pada tahun 1990 sampai saat ini. Motivasi masyarakat dalam mengelola hutan rakyat muncul ketika adanya kebutuhan mendesak yang harus dipenuhi dan memberikan pengaruh terhadap tindakan yang dilakukan oleh masyarakat. Faktor-faktor dari dalam individu dan dari luar individu memberikan pengaruh terhadap motivasi.
Rural community in general interact directly with community forest and thereby participate in the acts of forest management more intensively. In fact, as indegenous community they are having a strong bond with community forest. The objective of this study are to perceive the history of community forest management which is located in Dawuhan Kulon village, to cognize peoples motivation and its contributing factors in managing their forest, as well as the impact of motivation on people's action in managing community forest. This study was conducted on February March 2015 using fenomenology methods, utilized both primary and secondary data. Data were collected through observation, in-depth interview, and documentation studies to the interviewees. To acquire the right sample size, participants were determined by snowball sampling. The result of this study reveal that the development of community forest commenced from cloves plantation in the year of 1970-1981, continued until the falling of cloves prices between 1982-1990, thereupon people started to feel the degradation of land productivity and subsequently switched to plantation forest since 1990 to date. Peoples motivation in managing community forest emerge when there is an urgency to fulfill which is impactful to their actions. Both internal and external factors are influencing peoples motivation.
Kata Kunci : motivasi masyarakat, interaksi, pengelolaan hutan rakyat