PERBEDAAN POLA ASUH MAKAN PADA ORANG TUA TERHADAP STATUS GIZI PADA ANAK USIA SEKOLAH DI YOGYAKARTA
WIDYA WULANDARI, Lely Lumilasari, S.Kep., M.Kes.; dr. Neti Nurani M.Kes., Sp. AK
2015 | Skripsi | S1 ILMU KEPERAWATANLatar Belakang : Banyaknya kasus gizi buruk seperti obesitas dan gizi kurang khusunya di kota Yogyakarta mempengaruhi status kesehatan khususnya pada anak. Pola asuh orang tua yang baik dapat mengurangi dampak gizi buruk. Orang tua mempunyai peran penting dalam mengatur pola makan anak. Tujuan Penelitian : Mengetahui perbedaan pola asuh makan pada orang tua yang dilihat dari status gizi pada anak usia sekolah di Yogyakarta. Metode Penelitian : Penelitian ini menggunakan rancangan cross sectional. Jumlah sampel 123 orang tua siswa dengan 70 anak normal, 25 anak obesitas, dan 28 anak kurus. Anak kelas 1, 2, dan 3 SD di kota Yogyakarta yang dipilih secara acak. Pengambilan sampel dengan purposive sampling. Analisa data menggunakan uji komparatif dengan Chi Square. Hasil Penelitian : Anak obesitas mempunyai pola asuh makan paling banyak adalah pengabaian (40%), pada anak kurus mempunyai pola asuh makan paling banyak adalah demokratis (39,3%), dan pada anak status gizi normal mempunyai pola asuh makan paling banyak adalah pengabaian (35,7%). Pembahasan : Anak obesitas dan anak dengan status gizi normal mempunyai pola asuh pengabaian lebih banyak dan anak gizi kurang mempunyai pola asuh makan demokratis paling banyak. Hasil analisis menunjukan bahwa tidak ada perbedaan signifikan antara pola asuh makan dengan status gizi (p=0,547).
Background: Many issues related to nutrition such as obesity and malnutrition in Yogyakarta affect health status particularly for children. Good parenting can reduce impact of malnutrition. Parent play important role in regulating child diet. Objective: To identify difference in parenting feeding style indicated from nutrition status of school-age children in Yogyakarta Method: The research used cross sectional design. Total sample was 123 parents with 70 normal children, 25 obese children and 28 undernourished children. Children at grade 1, 2, and 3 of Primary schools in Yogyakarta were selected. Sample was taken with purposive sampling technique. Data was analysis using comparative test with Chi Square. Result: Dietary care of most obese children is ignorance (40%); that of undernourished children is democratic (39.3%) and that of children with normal nutrient status is ignorance (35.7%) Discussion: Obese child and child with normal nutrient status has more ignorance pattern and undernourished children has democratic dietary care pattern. Result of analysis indicated that there is not significant difference between parenting feeding style and nutrient status (p=0.547).
Kata Kunci : pola asuh makan, status gizi, anak obesitas, anak usia sekolah