Pemetaan DAS Prioritas Berdasarkan Parameter Lahan Berbasis Penginderaan Jauh dan Sistem Informasi Geografis di DAS Opak
SEKAR LANGIT ADESYA, Dr. Sigit Heru Murti B.S, M.Si
2015 | Tugas Akhir | D3 PENGINDERAAN JAUH DAN SIGPenelitian ini bertujuan untuk: (1) memetakan kondisi atau kualitas DAS Opak menggunakan penginderaan jauh dan sistem informasi geografis serta (2) menetukan urutan DAS Prioritas pada masing-masing Sub DAS Opak. Salah satu sumber data berupa data penginderaan jauh yaitu citra Landsat 8 yang digunakan untuk transformasi NDVI dan untuk mengetahui penggunaan lahan di DAS Opak. Penelitian ini disusun menggunakan metode kuantitatif berjenjang tertimbang. Metode ini menjumlahkan semua nilai setiap parameter yang telah dikalikan dengan faktor pembobotnya untuk mendapatkan skor total. Penyusunan DAS Prioritas disusun dengan mengadopsi metode yang digunakan oleh BPDAS Serayu, Opak, Progo. Parameter yang digunakan adalah (1) Lahan Kritis/ Tutupan Vegetasi Berkayu, (2) Keseuaian Lahan, (3) Indeks Erosi, (4) Tekanan Penduduk Terhadap Lahan, (5) Tingkat Kesejahteraan Penduduk, (6) Kawasan Lindung dan (7) Kawasan Tertentu. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah DAS Opak masuk kedalam prioritas sedang hingga tinggi. 8 Sub DAS masuk dalam kelas sedang dan 4 lainnya masuk dalam kelas prioritas tinggi. Skor tertinggi 230 dan Skor terendah 169. Urutan Prioritas DAS-nya adalah Sub DAS Opak Kecil, Mruwe, Code, Winongo, Tepus, Kuning, Gajah Wong, Winongo Kecil, Bulus, Wareng, Opak dan yang terakir adalah Sub DAS Pesing. Hasil uji akurasi interpretasi penggunaan lahan pada Citra Landsat sebesar 80%.
Penelitian ini bertujuan untuk: (1) memetakan kondisi atau kualitas DAS Opak menggunakan penginderaan jauh dan sistem informasi geografis serta (2) menetukan urutan DAS Prioritas pada masing-masing Sub DAS Opak. Salah satu sumber data berupa data penginderaan jauh yaitu citra Landsat 8 yang digunakan untuk transformasi NDVI dan untuk mengetahui penggunaan lahan di DAS Opak. Penelitian ini disusun menggunakan metode kuantitatif berjenjang tertimbang. Metode ini menjumlahkan semua nilai setiap parameter yang telah dikalikan dengan faktor pembobotnya untuk mendapatkan skor total. Penyusunan DAS Prioritas disusun dengan mengadopsi metode yang digunakan oleh BPDAS Serayu, Opak, Progo. Parameter yang digunakan adalah (1) Lahan Kritis/ Tutupan Vegetasi Berkayu, (2) Keseuaian Lahan, (3) Indeks Erosi, (4) Tekanan Penduduk Terhadap Lahan, (5) Tingkat Kesejahteraan Penduduk, (6) Kawasan Lindung dan (7) Kawasan Tertentu. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah DAS Opak masuk kedalam prioritas sedang hingga tinggi. 8 Sub DAS masuk dalam kelas sedang dan 4 lainnya masuk dalam kelas prioritas tinggi. Skor tertinggi 230 dan Skor terendah 169. Urutan Prioritas DAS-nya adalah Sub DAS Opak Kecil, Mruwe, Code, Winongo, Tepus, Kuning, Gajah Wong, Winongo Kecil, Bulus, Wareng, Opak dan yang terakir adalah Sub DAS Pesing. Hasil uji akurasi interpretasi penggunaan lahan pada Citra Landsat sebesar 80%.
Kata Kunci : DAS Prioritas, Daerah Aliran Sungai (DAS), Penginderaan Jauh (PJ), Sistem Informasi Geografis (SIG)