Laporkan Masalah

JEJARING TUKANG PARKIR DI KAWASAN MALIOBORO

VINCENTIUS J.C.M., Derajad S. Widhyarto, M.Si

2015 | Skripsi | S1 SOSIOLOGI

ABSTRAKSI Malioboro, sebagai salah satu destinasi wisatawan lokal maupun internasional tentunya membuat kawasan ini menjadi kawasan yang ramai. Memasuki musim liburan Agustus tahun 2013 yang lalu, terjadi sebuah fenomena menarik di kawasan ini. Hal itu adalah terjadinya kenaikan tarif parkir yang dilakukan oleh tukang parkir di lahan parkir kawasan Malioboro yang tidak diiringi dengan perubahan Perda. Sesuai Perda Kota Yogyakarta No.5 Th 2012 tentang retribusi jasaumum untuk parkir di tepi jalan umum yang masuk dalam kawasan I dan II sepeda motor dikenai Rp1.000,-. Namun yang terjadi adalah tarif parkir sepeda motor naik menjadi Rp 2.000,-. Selain itu, razia Unit Pelaksanaan Teknis (UPT) Malioboro mengenai pelanggaran tarif parkir oleh tukang parkir yang tidak mampu membuat tarif parkir kembali "normal" membuat peneliti melihat adanya informasi yang lebih besar untuk digali dibalik fenomena ini. Terlebih lagi, kenaikan tarif ini terjadi hingga sekarang di sepanjang lahan parkir kawasan Malioboro. Berangkat dari isu kenaikan tarif parkir oleh tukang parkir ini, penelitian skripsi ini dimaksudkan untuk menganalisis jejaring tukang parkir di kawasan Malioboro. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan metode deskriptif, dimana peneliti menjabarkan fenomena dari subyek penelitian dengan kondisi dan keadaan yang dialami oleh subyek penelitian dengan hasil penelitian yang dideskripsikan melalui narasi. Penelitian ini dilakukan dengan cara observasi dan wawancara yang berangkat dari metode epoche kepada tukang parkir, juragan, dan ketua paguyuban parkir (peneliti mewawancarai informan dengan tidak menggunakan perspektif apapun, dan peneliti menunda segala reaksi yang akan muncul atas jawaban informan). Teori situasi kelas Max Weber, teori jaringan B.Wellman yang diperkuat dengan contoh Granovetter mengenai ikatan kuat dan lemah, dan juga teori jejaring Manuel Castells mengenai peran dalam information networks yang menyebabkan terjadinya perubahan atau transformasi struktur sosial menuju relasi yang lebih tajam digunakan guna menganalisis jejaring tukang parkir di kawasan Malioboro. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jejaring tukang parkir di kawasan Malioboro, di dasari oleh hubungan patron client dengan juragan dan tukang parkir sebagai representasinya. Terdapat 3 jenis ikatan yaitu ikatan kuat, lemah, dan ikatan lemah namun ada keberpihakan. Tukang parkir dan UPT Malioboro termasuk dalam ikatan kuat yang membutuhkan ikatan lemah sebagai penghubungnya, yaitu juragan dan ketua paguyuban parkir kawasan Malioboro. Namun juragan juga termasuk ke dalam ikatan lemah namun ada keberpihakan, dimana hal ini menyebabkan fungsi ikatan lemah sebagai penghubung di antara kedua ikatan kuat tidak berjalan, sehingga keduanya semakin terisolasi satu sama lain dan tidak berinteraksi dengan baik. Selain hal tersebut, hubungan patront client yang dilakukan oleh juragan dan tukang parkir juga melatarbelakangi isu kenaikan tarif parkir di kawasan Malioboro. Alasan mengapa keduanya sepakat untuk menaikkan tarif parkir, yaitu untuk mengurangi resiko ketidakmampuan mengganti kerugian yang terjadi bila terjadi kehilangan sekaligus biaya menjaga helm dan barang lainnya. Namun yang pasti alasan di balik ini adalah karena keduanya mendapatkan keuntungan berupa naiknya pendapatan mereka lantaran naiknya tarif parkir melalui pertukaran hubungan patron client. Dapat dijelaskan bahwa pada akhirnya yang menentukan tarif parkir di kawasan Malioboro, khususnya depan Malioboro Mall dan Pasar Beringharjo adalah tukang parkir dan juragannya.

ABSTRACT Malioboro, as one as local and international tourists destination certainly makes that area crowded. On holiday season August 2013 ago, interesting phenomenon happened in this area. It was the increased of parking fee that done by parking attendant in Malioboro area's parking lot and the increased of parking fee was not followed by change in regulations . According to Yogyakarta city regulations Number. 5 year 2012 about general service levies for parking on the public road that included in area I and area II, motorcycles have to pay Rp1.000,-. But, in fact, motorcycles parking fee increase to Rp 2.000,-. In addition, the raid by UPT Malioboro on violation of parking fee by parking attendant that not able to make parking fee back to normal made researcher see there's more information to reveal on behind this phenomenon. Moreover, the increase of parking fee happened until now in Malioboro's parking lot. From this increase of parking fee issue by parking attendant, this research intended to analyze the network parking attendant in Malioboro area. The kind of research used is qualitative research with descriptive method, where researcher describe this phenomenon of the subject of research with the condition and the state of being experienced by the subject of research with the result of the research that described through narrative described. This research is done with observation and interview to parking attendant, juragan, and the head of parking association that influenced from epoche method (reseacher interviewed informant by not using any perspective, and researcher put off all the reaction that will appear on informant answers). Class situation theory of Max Weber, the network theory of B.Wellman that supported by an example of strong and weak ties by Granovetter, and also Manuel Castell network theory regarding the role of information networks that causes occurence of a change or transformation in the social structure toward a closer sharp relationships used to analyze the network of parking attendant in Malioboro area. The research results show that the network of parking attendant in Malioboro caused by patron client relationship with juragan and parking attendant as its representation. There are 3 types of bond, they are strong ties, weak ties, and weak ties but there is a partiality. Parking attendant and UPT Malioboro are included in a strong bond (ties) that requires or need a weak bond (ties) as their connector, which are juragan and the head of parking association. But juragan also included to weak ties but there is a partiality, where this lead weak bond (ties) function as a connector (liaison) between two strong bond are not running, so both of strong bond are more isolated one to another and not interact well enough. In addition to that, patront client relationship that done by juragan and parking attendant also caused the increased of parking fee issue in Malioboro area happened. The reason why both of them agreed to increase the parking fee is to reduce the risk of inability to replace the loss that occurs if there happen lost and also as cost of keeping helm and other goods. But certainly the reason behind this is because both of them gain advantage from the rise of their income that happened because the increase of parking fee through agreement of exchange patron client relationship. Researcher can explain that in the end that determined parking fee in Malioboro area, especially in front of Malioboro Mall and Beringharjo market are parking attendant and juragan.

Kata Kunci : Kata kunci : Tukang parkir, Juragan, patron client, jejaring, ikatan, kenaikan tarif parkir (Keywords : Parking attendant, Juragan, patron client, networks, bond (ties),increase of parking fee)