Laporkan Masalah

Pengaruh aktiva produktif, kredit yang disalurkan dan kredit terklasifikasi terhadap laba lembaga perkreditan desa(LPD)katagori tidak sehat di kabupaten Jembrana tahun 1997-2001

SWARNAMA, I Putu Eka, Dr. Abdul Halim, M.B.A.,Akt

2003 | Tesis | Magister Ekonomika Pembangunan

Lembaga Keuangan Mikro jarang dibicarakan oleh orang sebagaimana sebuah bank namun keberadaannya cukup banyak di masyarakat. Pengguna Lembaga Keuangan mikro ini adalah kebanyakan masyarakat kelas menengah ke bawah. Hal ini disebabkan oleh modal yang dikelolanya relatif kecil tetapi keberadaannya dapat menggerakan perekonomian khususnya perekonomian masyarakat menengah ke bawah. Lembaga Perkreditan Desa (LPD) juga merupakan Lembaga Keuangan Mikro. Modal yang dikelola oleh manajemen LPD bersumber dari bantuan pemerintah, iuran kerama adat (warga adat) dan dengan memupuk modal dari usahanya menyalurkan dan menerima dana dari masyarakat serta melakukan usaha lain yang disyaratkan. Modal inilah yang dikelola LPD untuk memperoleh laba. Pengelolaan laba ini dilakukan dengan menyalurkan dana dalam bentuk kredit maupun menyimpan kelebihan dana dalam bentuk tabungan dan deposito pada Bank Pembangunan Daerah Bali. Hasil analisis menunjukkan bahwa kredit yang disalurkan berpengaruh signifikan secara statistik terhadap laba LPD. Kenaikan kredit yang disalurkan sebesar 1 persen dalam jangka pendek menyebabkan kenaikan laba sebesar 39,69 persen, sedangkan dalam jangka panjang akan menaikan laba sebesar 78,38 persen. Kredit terklasifikasi berpengaruh negatif dan signifikan secara statistik. Hal ini berarti jika terjadi peningkatan kredit terklasifikasi sebesar 1 persen, akan menurunkan laba sebesar 21,74 persen dalam jangka pendek. Dalam jangka panjang akan menurunkan laba sebesar 43,48 persen. Keunikan intersep yang ditangkap dari model LSDV menunjukkan bahwa LPD katagori tidak sehat ternyata ada yang memiliki usaha lain selain memanfatkan aktiva prroduktifnya dan menyalurkan kredit kepada masyarakat. Usaha yang menyebabkan intersef bernilai positif adalah menjalankan usaha penyaluran rekening listrik dan air minum. LPD katagori tidak sehat di Kabupaten Jembrana dalam kinerja perolehan laba dipengaruhi oleh kredit terklasifikasi yang bernilai negatif. Hal ini menunjukkan kerugian dari tahun ke tahun. Jika hal ini terus berlangsung maka katagori tidak sehat ini bisa berkembang menjadi LPD macet atau tidak beroperasi. Agar tidak masuk ke dalam katagori tidak sehat yang pada akhirnya menjadi LPD macet, maka pihak manajemen harus menurunkan kredit terklasifikasi denga n restrukturisasi kredit yaitu dengan penjadwalan kembali kredit atau memberikan pinjaman baru bagi kredit yang terklasifikasi. Dalam penjadwalan kredit, LPD kekurangan modal maka peran pemerintah dan masyarakat adat untuk menambah modal LPD. Pihak manajemen hendaknya memperhatikan masalah jaminan pengembalian kredit bagi nasabah.

Micro Financial Institution seldom be conversed by people as a bank but its existence quite a lot society. this micro Financial Institution Consumer most petitborgeois downwards. This matter because of capital managed relative minimize but its existence economics movement can specially middle society economics downwards. Lembaga Perkreditan Desa (LPD) also represent the Micro Financial Institution. Capital managed by management LPD stem from governmental aid, fee of kerama adat (custom citizen) and with fertilizing capital from its effort channel and accept the fund from society and also conduct the required other;dissimilar effort. This capital of LPD to obtain;get the profit. this Profit management is done/conducted by channelling fund in the form of credit and also to save of fund excess in the form of saving and deposit at Bank Pembangunan daerah Bali. Result of analysis show that credit hsve an effect to profit. Increased 1 percent credit can be increased profit equal 39.69 in the short-run, and equal 78.38 percent in the long-run. Credit clasificated have an effect on the nega tivity and signifikan statistically. This matter, if happened by the make-up of credit clasificated of equal to 1 gratuity, will degrade the profit of equal to 21.74 gratuity in short-run. On a longrun will be decrised the profit of equal to 43.48 gratuity. Intersep of the capturer from model of LSDV that indisposed LPD katagori in the reality there is owning effort of besides the of producted asset and channel the credit to society. Effort causing intersef positif value is run the effort channeling of account of electrics and drinking water. Indisposed LPD Katagori is regency Jembrana in performance of profit acquirement influenced by valuable klasifikations credit of negativity. This matter is loss from year to year. If this matter is non-stoped to take place hence this indisposed catagori can round into the LPD stuck or do not operate. In order not to come into the indisposed katagori is which in the end become the LPD stuck, hence side the management have to degrade the klasifikations credit with the credit restructuring that is with the scheduling return the credit or give the new loan for credit which klasifications In credit scheduling return the, LPD of capital deficiency hence governmental role and custom society to add the capital LPD. Unrightious of management shall pay attention to the problem of guarantee of credit return for client.

Kata Kunci : Kredit,Laba Bank Perkreditan


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.