Laporkan Masalah

Sejarah Masyarakat Perikanan Muara Angke (1977-1995)

R A NIDHA NADIA, Dr. Mutiah Amini, M.Hum

2015 | Skripsi | S1 ILMU SEJARAH

Muara Angke merupakan sebuah wilayah yang terletak di pantai utara Jakarta. Dengan potensi perikanan yang dimiliki, kegiatan perikanan menjadi mata pencaharian utama masyarakat di Muara Angke. Pada 1977, pemusatan kegiatan perikanan Jakarta di Muara Angke menjadikan wilayah ini sebagai pusat pelabuhan perikanan tradisional di Jakarta. Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan kegiatan sosial-ekonomi yang terjadi di Muara Angke serta kelompok masyarakat yang terlibat sejak dilakukan pemusatan kegiatan perikanan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian sejarah, yakni pemilihan topik, pengumpulan sumber, verifikasi, interpretasi, dan penulisan. Sumber tertulis yang digunakan dalam penelitian ini berasal dari surat kabar dan data statistik tahun 1970-1990an serta buku-buku penunjang, sementara sumber lisan didapatkan dari wawancara yang bersifat informal dengan informan yang berasal dari kalangan masyarakat perikanan di Muara Angke. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemusatan kegiatan perikanan yang dilakukan di Muara Angke tidak memberikan perubahan ekonomi karena sebagian besar masyarakatnya yang masih berkutat dalam kemiskinan. Akar kemiskinan nelayan Muara Angke bersifat multidimensional karena meliputi aspek sosial, ekonomi, dan politik.

Muara Angke is a region which is located in the north coast of Jakarta. Due to its fisheries potential, fishing activity has become the main livelihood of the people in Muara Angke. In 1977, the concentration of Jakarta’s fishing activity in Muara Angke made it the center of traditional fishing port in Jakarta. The purpose of this research is to describe the socio-economic activities that occur in Muara Angke and community groups that are involved since the concentration of fishing activity conducted. This research uses historical research method, i.e. selecting topic, collecting resources, verification, interpretation, and writing. Written sources that are used in this research are obtained from newspapers, statistical data during 1970-1990s and supporting books, while oral sources are obtained from informal interviews with informants from among fishing communities in Muara Angke. The result of this research indicates that the concentration of fishing activity which is conducted in Muara Angke does not provide economic changes since most of the people are still struggling in poverty. The roots of poverty of Muara Angke’s fishers are multidimensional since it involves social, economic, and political aspects.

Kata Kunci : Muara Angke, masyarakat perikanan, pelabuhan perikanan, pantai utara, Jakarta / Muara Angke, fishing communities, fishing port, north coast, Jakarta

  1. S1-2015-318612-abstract.pdf  
  2. S1-2015-318612-bibliography.pdf  
  3. S1-2015-318612-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2015-318612-title.pdf