ANALISIS KECEPATAN PERGERAKAN PULAU JAWA MENGGUNAKAN DATA PENGAMATAN STASIUN GNSS CORS (CONTINUOUSLY OPERATING REFERENCE STATION) TAHUN 2010, 2011, DAN 2012 (Studi Kasus : CORS BIG)
M. FARIZ YUDISTIRA, Dr. Ir. T. Aris Sunantyo, M.Sc
2015 | Skripsi | S1 TEKNIK GEODESIIndonesia terletak pada pertemuan antara tiga lempeng besar yakni lempeng Eurasia, Hindia-Australia, dan Pasifik yang menjadikan Indonesia memiliki tatanan tektonik yang kompleks. Aktivitas dari penunjaman lempeng ini cukup mempengaruhi pola geodinamika di area Pulau Jawa khususnya pada penunjaman lempeng Eurasia dan Hindia-Australia. Akibat dari aktivitas lempeng tersebut yaitu Pulau Jawa mengalami pergeseran secara perlahan dengan kecepatan 6 cm ± 3 mm/tahun kearah tenggara. (Bock, dkk., 2003). Geodinamika yang dominan di Pulau Jawa terdapat di daerah selatan Pulau Jawa yaitu dekat dengan aktifitas Lempeng Eurasia dan Indo-Australia pada bagian utara Pulau Jawa terdapat sesar aktif yang dapat menimbulkan pergerakan permukaan tanah seperti pada wilayah bagian utara Pulau Jawa bagian tengah. Tektonik regional wilayah Jawa dikontrol oleh tektonik tunjaman selatan Jawa. Akibat tunjaman tersebut terbentuk struktur-struktur geologi regional di wilayah daratan Jawa. Struktur tersebut dapat diamati di daratan Jawa bagian barat hingga Jawa bagian timur. Penelitian ini menggunakan data pengamatan stasiun GNSS CORS BIG pada tahun 2010, 2011, dan 2012 selama 7 hari pengamatan (7 DOY) yang tidak sama persis pada setiap tahunnya . Proses pengolahan data pengamatan dilakukan menggunakan GAMIT/GLOBK dan diikatkan pada 12 titik IGS. Pada penelitian dibuat dua skenario pengolahan data yaitu pada skenario pertama dilakukan pengolahan enam stasiun CORS BIG yang berada di utara Pulau Jawa sedangkan pada skenario kedua dilakukan pengolahan 19 stsiun CORS yang menyebar di Pulau Jawa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pola dan kecepatan pergerakan Pulau Jawa bagian utara serta pengaruhnya terhadap adanya aktifitas pada zona subduksi di selatan Pulau Jawa. Hasil yang ditunjukkan pada kedua skenario tersebut menunjukkan bahwa pola dan besar kecepatan dominan memiliki kemiripian. Pada perbandingan enam stasiun CORS di utara Pulau Jawa skenario pertama dengan 19 stasiun CORS yang menyebar di Pulau Jawa pada skenario kedua menunjukkan pola umum dan kecepatan pergerakan yaitu pada kecepatan pergeseran horisontal berkisar antara 1 s.d. 5 cm/tahun dengan arah dominan ke arah tenggara dan kecepatan pergerakan vertikal berkisar antara 0,2 s.d. 8,84 cm/tahun dengan pergerakan yang dominan naik. Sementara itu pada perbandingan enam stasiun CORS pada skenario kedua yang sama dengan enam stasiun CORS pada skenario yang pertama menunjukkan pola dan besar yang yaitu berkisar antara 1,5 s.d. 4,27 cm/tahun dengan arah yang cenderung ke arah tenggara namun juga terdapat stasiun yang ke arah timur laut sedangkan kecepatan pergerakan vertical enam stasiun CORS tersebut berkisar antara 0,55 s.d. 8,84 cm/tahun dengan pergerakan yang dominan turun. Hasil Pengolahan skenario kedua ini menunjukkan adanya pengaruh aktifitas zona subduksi terhadap stasiun pengamatan di utara Pulau Jawa.
Indonesia is located at the confluence of three major plates, the Eurasian plate, the Indian-Australian plate and Pacific plate that make Indonesia has a complex tectonic structure. Activities of subduction is enough to affect the pattern of geodynamics in the area of Java especially on the subduction of the Eurasian plate and the Indian-Australian. As a result of the activity of these plates are Java moving slowly with velocity range 6 cm ± 3 mm / year to the southeast . (Bock, dkk., 2003). Geodynamics studies in Java is very necessary because Java is an Badan Pusat Geodynamics dominant in Java are in the area south of the island of Java, close to the activity of the Eurasian Plate and Indo-Australian, but on the mainland island of Java alone there are faults that can cause movement of the surface. Regional tectonic Java region controlled by subduction tectonic of southern Java. The result of subduction formed the regional geological structures in the Java area. Such structures can be observed in mainland western Java to eastern Java (Soehaimi, 2008). This study used BIG GNSS CORS station observations data in 2010, 2011, and 2012 during seven days of observation (7 DOY) that not identical in each year. Data processing is carried out using GAMIT/GLOBK and tied at 12 IGS points. this study made two processing data scenarios is processed six BIG CORS stations located at north of Java while in the second scenarios is processed 13 stations spread in Java. This study aims to determine the pattern and velocity movement of the northern part of the island of Java and its influence on activity in subduction zones in the south of Java. The results shown in these two scenarios indicate that pattern and velocity relatively have the same value. In the comparation between six CORS stations on first scenario with 19 CORS stations shows a common pattern and velocity value namely at horizontal movement velocity value has range value is about 1 to 5 cm/year tends to southeast while the vertical movement velocity has range value is about 0,2 to 8,84 cm/year tends to upward. Meanwhile, in the comparation between six CORS station on first scenario with six CORS station on second scenario show the pattern and velocity value is about 1,5 to 4,27 cm/year tends to southeast, but there are station tends to northeast and the vertical movement velocity has range value is about 0,55 to 8,84 cm/year tends to downward. The results of Processing on second scenario shows the influence of the subduction zone activities to the observation stations in the north of Java.
Kata Kunci : Pola, kecepatan,pergerakan, CORS, GAMIT/GLOBK.