Laporkan Masalah

Kaum Muda dan Profesionalisme Pengelolaan Majalah Musik (Studi Kasus Manajemen Media Warning Magazine 2014/2015)

SONI TRIANTORO, Wisnu Martha Adiputra, SIP. M.Si.

2015 | Skripsi | S1 ILMU KOMUNIKASI

Pasca berakhirnya era orde baru, Indonesia telah menerapkan kebebasan mendirikan media via UU No. 40/1999. Regulasi dan kebijakan itu kemudian memantik lahirnya banyak perusahaan media baru dengan beragam sumber daya manusia dan tingkat profesionalitas pengelolaanya, termasuk oleh kaum muda. Eksis sejak akhir tahun 2012 di Yogyakarta, Warning Magazine berdiri sebagai majalah musik yang dibentuk dan dikelola oleh anak muda (dengan rentang usia 20 hingga 24 tahun). Latar belakang sumber daya manusia di Warning Magazine itu kemudian turut membentuk karakteristik konten dan pengelolaan medianya. Misalnya: prioritas kerja personil yang lemah, keterbatasan pengalaman kerja profesional dan kepercayaan masyarakat, atau bagaimana aktivitas medianya mesti berbentrokan dengan kepentingan akademis personil. Impaknya, Warning Magazine harus bergelut dengan sejumlah problema yang tipikal, terutama dari aspek profesionalisme, seperti ketiadaan kontrak kerja dan sistem upah, terbatasnya kualitas keterampilan kerja yang berbasis pada pengetahuan teoritis, atau lemahnya regulasi yang mengikat Di sisi lain, Warning Magazine juga mendapat sejumlah keuntungan dari karakter sumber daya manusia mereka, seperti motif dan idealisme yang kuat dalam mempertahankan independensi media, konten yang tipikal kaum muda (terutama ihwal isu seputar sosial-politik radikal) atau peluang kedekatan dalam membangun relasi dengan ragam komunitas kawula muda.

After the end of new order regime, Indonesia enforce the freedom of media establishment via UU No. 40/1999. It led to the emergence of so many new media companies in Indonesia with various types of human resources and different profesionality level. Among them are media with human resources that filled by young people. Exist since end of 2012 in Yogyakarta, Warning Magazine is stable as music magazine that founded and managed by young people (with an age range of 20 th-24 th). The background of human resources in Warning Magazine then shaped the pattern and characteristic of their media managements and contents. Example: weak priority, limited experiences of professional works and consumer trust, or how that media activity had clashed with the academic interests of personnel. The impacts, Warning Magazine had to deal with some typical problems, especially from profesionalism aspects, such as the absence of salary system and employment contracts, limited skill qualities that based from theoritical knowledge, or the lack of binding regulations On the other hand, Warning Magazine got some advantages from their type of human resources, like the strong idealism spirit to keep the media independency, the creation of contents that typical youth (especially about radicals social politic issues) or familiarity chances to approaching various young people communities. .

Kata Kunci : Profesionalisme, sumber daya manusia, kaum muda, majalah musik

  1. S1-2015-299600-abstract.pdf  
  2. S1-2015-299600-bibliography.pdf  
  3. S1-2015-299600-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2015-299600-title.pdf