DETEKSI Deoxyribonucleic Acid (DNA) DAGING ANJING DAN PRODUK OLAHAN DAGING ANJING DENGAN TEKNIK Polymerase Chain Reaction (PCR)
CYNTHIA DEBBI RATNASARI, drh. Dyah Ayu Widiasih, Ph.D.
2015 | Skripsi | S1 KEDOKTERAN HEWANTingginya tingkat konsumsi daging anjing dan produk olahannya baik di Indonesia maupun di Negara lain dikhawatirkan dapat menimbulkan pemalsuan dengan menggunakan bahan tersebut. Padahal mayoritas penduduk Indonesia beragama Islam yang memiliki tuntutan untuk mendapatkan pangan halal. Teknik PCR digunakan untuk mengidentifikasi adanya pemalsuan daging konsumsi berupa daging segar maupun produk olahannya dengan menggunakan daging anjing. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi DNA daging anjing segar dan produk olahan daging anjing berupa tongseng anjing dan bakso dengan teknik PCR. Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah daging anjing segar, tongseng anjing dan bakso anjing dengan berbagai konsentrasi (5%, 10%, 20%, 30%, 40%, 50%, 60%, 70%, 80%, 90% dan 100%) sebagai kontrol positif, sedangkan daging sapi segar dan bakso sapi digunakan sebagai control negatif. Tahap awal dilakukan isolasi DNA, kemudian DNA yang diperoleh diuji secara kuantitatif dengan spektrofotometer dan secara kualitatif dengan elektroforesis. Tahap selanjutnya amplifikasi DNA dengan menggunakan primer anjing gen 12S ribosom RNA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa daging anjing segar dan produk olahannya berupa sengsu dan bakso dengan berbagai konsentrasi (5%, 10%, 20%, 30%, 40%, 50%, 60%, 70%, 80%, 90% dan 100%) dapat dideteksi dengan teknik PCR. Dengan demikian teknik PCR dapat digunakan sebagai pengujian yang efektif untuk mendeteksi adanya daging anjing dalam daging segar maupun produk olahan untuk mengantisipasi adanya pemalsuan daging konsumsi.
The high level consumption of dog meat and processed products in Indonesia and in other countries was feared, it could lead to counterfeited using these materials. Whereas the majority of Indonesia people are Muslims who have any demands to get halal food. PCR was used to identify the forgery of meat consumption in the form of fresh meat as well as processed products using dog meat. Purpose of this experiment is identification DNA dog meat and other processed ofdog meat like tongsenganjing and meatball dogs using PCR technique. The materials used in this study was dog meat fresh, tongsenganjing and meatballs dogs with various concentrations (5%, 10%, 20%, 30%, 40%, 50%, 60%, 70%, 80%, 90% and 100 %) as a positive control, while fresh beef and beef meatballs used as a negative control. Early stage conducted the isolation of the DNA, then the DNA was tested quantitatively and qualitatively using spectrophotometer by electrophoresis. The next stage was the DNA amplification using a primer 12S ribosomal RNA gene dog. The results showed that fresh dog meat and processed products in the form of tongsenganjing and meatballs with various concentrations (5%, 10%, 20%, 30%, 40%, 50%, 60%, 70%, 80%, 90% and 100%) could be detected by PCR technique. Thereby, the PCR technique can be used as an effective test for detecting the presence of dog meat within fresh meat and processed products to anticipate their consumption of meat counterfeiting.
Kata Kunci : daging anjing, DNA, PCR