Laporkan Masalah

ANALISIS SISTEM AKUNTANSI PENERIMAAN KAS DARI PIUTANG NON-AERONAUTIKA PADA PT. (PERSERO) ANGKASA PURA I CABANG BANDAR UDARA INTERNASIONAL ADISUTJIPTO YOGYAKARTA

CICI EKAWATI, Dra. Sumirah, M.Si., Ak.

2015 | Tugas Akhir | D3 AKUNTANSI SV

Kas merupakan aktiva paling lancar yang bersifat mudah dipindahtangankan, diselewengkan, maupun dimanipulasi angkanya. Sangat penting bagi perusahaan untuk memiliki sistem penerimaan kas yang baik. Angkasa Pura Airport Cabang Bandar Udara Internasional Adisutjipto Yogyakarta memiliki 2 sumber pendapatan dari jasa kebandarudaraan yaitu jasa aeronautika dan jasa non-aeronautika. Sektor jasa non-aeronautika memiliki jumlah penerimaan kredit lebih banyak daripada tunai. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mengevaluasi prosedur penetapan dan pengelolaan piutang, dan mengetahui sistem penerimaan kas dari piutang non-aeronautika. Metode pengumpulan data yang digunakan dengan observasi, wawancara, dan praktek kerja lapangan. Metode pengolahan data menggunakan metode deskripsi analisis. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dalam pelaksanaan sistem penerimaan kas dari piutang non-aeronautika pada Angkasa Pura Airport Yogyakarta melibatkan bagian komersial, bagian penagihan, kasir, bagian perpajakan, dan bagian akuntansi. Dokumen yang digunakan yaitu faktur dan lampiran, voucher penerimaan kas, kwitansi, SSP, bukti potong PPh pasal 23 dan PPh final pasal 4 ayat (2). Catatan yang ada yaitu catatan piutang mitra usaha, document number, jurnal penerimaan kas, dan laporan saldo piutang. Prosedur yang membentuk sistem akuntansi penerimaan kas dari piutang berupa flowchart. Hasil penelitian dapat disimpulkan sistem penerimaan kas dari piutang non-aeronautika pada Angkasa Pura Airport Yogyakarta sudah baik namun belum adanya ketegasan kepada mitra usaha mengenai batas waktu pelaporan pendapatan maupun batas pembayaran tagihan. Saran yang dapat diberikan adalah Angkasa Pura Airport Yogyakarta dapat lebih tegas dengan menerapkan sanksi ataupun denda apabila lebih dari batas waktu yang ditentukan agar membuat mitra usaha lebih bertangungjawab dan agar tidak membuat pekerjaan pegawai tertunda.

Cash is the most-current assets that are easily transferable, diverted, or manipulated figures. It's important for companies to have a good system of cash income. Angkasa Pura Airport Branch Yogyakarta Adisutjipto International Airport has two sources of revenue from the services of airport services; there are aeronautical services and non-aeronautical service. Non-aeronautical sector services have a number of account receivable more than cash. The purpose of this study are to determine and evaluate the procedures for establishing and managing accounts receivable, and knowing the system of cash receipts from accounts of non-aeronautical. The method of collecting data is using observation, interview, and job training. Data processing method is using analysis description method. The result of this study showed that in the implementation of cash income system from non-aeronautical account receivable at Angkasa Pura Airport Yoyakarta involving commercial section, billing section, cashier, tax section, and accounting section. The documents that used are invoices and attachments, cash income vouchers, receipts, SSP, certificate of withholding tax PPh article 23 and PPh final article 4 paragraphs (2). There are some notes; accounts receivable business partners, document number, cash income journal, and account receivable balance report. The procedure which formed the cash income accounting system from account receivable is flowchart. The conclusion of the result is The cash income system from non-aeronautical account receivable at Angkasa Pura Airport Yogyakarta has already good but there is no firmness to business partners yet about the deadline of revenue report submitting and the deadline of billing payment. Researcher suggests to Angkasa Pura Airport Yogyakarta to be more decisive and can apply sanctions or fines if it more than the deadline to make business partners more responsible in order to make employees works finish on time.

Kata Kunci : Sistem, Akuntansi, Penerimaan kas, Piutang

  1. D3-2015-332907-abstract.pdf  
  2. D3-2015-332907-bibliography.pdf  
  3. D3-2015-332907-tableofcontent.pdf  
  4. D3-2015-332907-title.pdf