Laporkan Masalah

Analisis pengaruh kinerja sektor-sektor / subsektor-subsektor basis terhadap sektor-sektor / subsektor-subsektor non basis di Propinsi Kalimantan Tengah 1994-2001

MATHIUS, Prof.Dr. Prasetyo Soepono, MA.,MBA

2003 | Tesis | Magister Ekonomika Pembangunan

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi sektor-sektor/subsektor-subsektor basis dan non basis, mengurai kinerja perubahan di sektor-sektor/subsektor-subsektor tersebut, kebijakan pemerintah daerah dalam mempertahankan sektor-sektor/subsektor-subsektor basis, dan menaksir pengaruh sektor-sektor/subsektor-subsektor basis terhadap sektor-sektor/subsektor-subsektor non basis selama periode tahun 1994 sampai dengan 2001, serta memberikan landasan bagi penelitian lanjutan. Pengamatan pengaruh tersebut dilakukan dalam kerangka penerapan Economic Base Study (EBS) di Propinsi Kalimantan Tengah. Data yang digunakan adalah data sekunder PDRB Propinsi Kalimantan Tengah dan PDB Nasional periode tahun 1994-2001 atas dasar harga konstan 1993 tanpa migas, yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik dan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Propinsi Kalimantan Tengah. Mat analisis yang digunakan adalah Location Quotient (LQ), Shift-share Klasik, modifikasi Esteban Marquillas (EM) dan modifikasi Arcelus, serta regresi berganda. Temuan penelitian menunjukkan bahwa sektor-sektor/subsektor-subsektor yang masuk dalam kategori basis dari sektor pertanian adalah subsektor tanaman perkebunan, kehutanan dan perikanan; dari sektor angkutan dan komunikasi adalah subsektor pengangkutan; dari sektor perdagangan, hotel dan restoran adalah subsektor perdagangan besar dan eceran; serta dari sektor jasa-jasa adalah subsektor jasa pemerintahan umum dan pertahanan. Terdapat ketidaksesuaian antara subsektor basis yang diidentifikasi dengan prioritas pembangunan daerah periode 1994-2000, yaitu subsektor perdagangan besar dan eceran yang tidak termasuk dalam program prioritas pembangunan, namun pada tahun 2001-2005 semua sektor/subsektor basis sudah termasuk dalam program prioritas pembangunan. Dengan menggunakan model regresi berganda, dapat ditemukan sampai seberapa kali lipat sektor-sektor/subsektor-subsektor basis berpengaruh secara signifikan terhadap sektor-sektor/subsektor-subsektor non basis yang terdiri dari subsektor tanaman pangan, peternakan dan hasil-hasilnya, hotel, restoran, komunikasi dan subsektor jasa swasta pada (simbol)oc(/simbol) = 0,05 dan 0,10. Temuan ini tidak hanya menjawab dugaan/hipotesis yang telah diajukan sebelumnya, tapi juga menunjukkan, bahwa economic base study dapat pula berlaku di Kalimantan Tengah meskipun belum sesuai dengan harapan, di mana pengganda (multiplier) variabel pengaruh yang diwakili oleh koefisien regresi masih rendah atau rata-rata kurang dari satu.

The objective of this thesis is to identify the basic and non basic sectors and subsectors, and decompose the growth of the regional income (PDRB), in those sectors/subsectors, local government policy to maintain this sectors and subsectors, and give basic for the next examination, also to estimate the influence of those basic sectors and subsectors on the non basic sectors and subsectors in Central Kalimantan during the period of 1994 — 2001. The effect of analysis is supposed for application of economic base study in Central Kalimantan. The secondary data used in this thesis are the Gross Regional Domestic Product of Central Kalimantan Province and Gross Domestic Product in period of 1994 — 2001 at constant 1993 market price, without gas. These data are obtained from the Central Board of Statistic and from Regional Development Planning Board of Central Kalimantan Tengah Province. The analytical tools that are used Location Quotient (LQ), Shift-share (with Classical, Esteban Marquillas and Arcelus modification) and also Multiple Regression. The finding of this thesis shows that basic sectors and subsectors catagories in agriculture are farm non foods crops, forestry and fishery; transport and comunication is transport; trade, hotel and restaurant is wholesale and retail trade; along with services is public administration and defense. There is unconformity between identified basic sectors with local development priority program during the period of 1994 — 2000, because wholesale and retail trade were not accomodated. But during the period of 2001— 2005 all of the basic sectors and subsectors were accomodated. From multiple regression model, it find that how long the basic sectors and subsectors bring the significant effect to the non basic ones, incluiding farm food croops, livestock and products, hotel, restaurant, communication and private services in significant level (symbol)cc(/symbol) — 0,05 dan 0,10. The finding does not only prove the hyphotesis, but also shows that economic base study can be valid in Central Kalimantan although it is not as expected, that is the multiplier reflected in the regression coefficient is still low or below one.

Kata Kunci : Sektor Basis dan Non Basis,Kinerja


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.