Laporkan Masalah

PENGGUNAAN DATA GEMPA TEKTONIK UNTUK PENCITRAAN TOMOGRAFI SEISMIK BAWAH PERMUKAAN JAWA TENGAH DAN DIY

EFITA PRATIWI ADI, Dr. Gede Bayu Suparta

2015 | Tesis | S2 Ilmu Fisika

Penelitian mengenai penggunaan data gempa tektonik untuk pencitraan tomografi seismik bawah permukaan Jawa Tengah dan DIY telah dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk membuat citra struktur internal bawah permukaan Jawa Tengah dan DIY dalam 1D dan 3D dengan LOTOS-12 dan mengetahui struktur bawah permukaan Jawa Tengah dan DIY. Penelitian ini menggunakan data gempa BMKG Yogyakarta dari tahun 2009 sampai 2014 dengan menggunakan stasiun yang berada di Jawa Tengah dan DIY. Pengolahan data menggunakan LOTOS-12 (Local Tomography Software) menghasilkan citra anomali kecepatan gelombang P dan gelombang S serta Vp/Vs ratio. Hasil citra tomografi di Jawa Tengah dan DIY terdapat anomali negatif yang cukup besar (-5%) yang berada di bawah Gunung Merapi dan Gunung Merbabu yang diperkiraan merupakan sedimentasi yang tebal atau merupakan jalur fluida panas serta terdapat anomali positif (+4,5%) yang berada di barat dan selatan. Struktur di bawah permukaan Jawa Tengah dan DIY terdiri dari sedimentasi tebal dan diprediksi terdapat batuan jenis basalt dan granit pada kedalaman 5-15 km serta terdapat peridotite, dunit dan pyroxenite pada kedalaman lebih dari 20 km.

A Research on the use of tectonic earthquake data for Central Java and DIY subsurface seismic tomography imaging has been conducted. This research aims to make the image of the subsurface internal structure of Central Java and Yogyakarta in 1D and 3D by using the Lotos-12 and to determine the subsurface structure of Central Java and Yogyakarta. This study used BMKG Yogyakarta earthquake data from 2009 to 2014 recorded by stations located in Central Java and Yogyakarta. Data processing used LOTOS-12 (Local Tomography Software) to produce images of the P wave velocity anomaly and the S wave and Vp/Vs ratio. Results of tomographic images in Central Java and Yogyakarta are fairly large negative anomaly (-5%), which is under Mount Merapi and Mount Merbabu which estimated a thick sedimentation and the hot fluid path and there are positive anomalies (+ 4.5%) in the west and south. The subsurface structure of Central Java and Yogyakarta consists of thick sedimentation and predicted there are types of basalt and granite rocks at depths of 5-15 km and there peridotite, pyroxenite dunit and at depths of more than 20 km.

Kata Kunci : gempa tektonik, tomografi seismik, Jawa Tengah, pencitraan