MANAJEMEN PEMELIHARAAN PEDET SAPI PERAH PADA PETERNAKAN SAPI PERAH UNIT PELAKSANAAN TEKNIS DAERAH BALAI PENGEMBANGAN BIBIT PAKAN TERNAK DAN DIAGNOSTIK KEHEWANAN YOGYAKARTA
ANDREA B SEMBIRING, Dr. drh. Irkham Wodiyono
2015 | Tugas Akhir | D3 KESEHATAN HEWAN SVPraktek Kerja Lapangan (PKL) ini bertujuan untuk memperoleh keterampilan dan pengalaman kerja. Praktek kerja lapangan dilaksanakan tanggal 13 April sampai 18 April 2015 di Peternakan sapi perah Unit Pelaksana Teknis Daerah Balai Pengembangan Bibit Pakan Ternak dan Diagnostik Kehewanan (UPTD BPBPTDK), Sleman, Yogyakarta. Metode yang dipakai untuk pengambilan data adalah dengan cara pengamatan, wawancara, observasi langsung, dan pengukuran secara langsung. Jumlah total populasi pedet di UPTD BPBPTDK Yogyakarta adalah 15 ekor dengan jumlah pedet betina 6 ekor dan jumlah pedet jantan sebanyak 9 ekor. Induk yang akan melahirkan ditempatkan di kandang khusus. Pedet yang baru lahir segera dibersihkan dari lendir yang ada pada rongga hidung dan mulut untuk menghindarkan pedet mati lemas karena sukar benafas. Apabila pedet belum bisa bernafas segera diberi pertolongan pernafasan buatan. Pedet yang baru lahir, segera dipisahkan dari induknya dan ditempatkan di kandang pedet yang diberi alas jerami atau rumput kering. Pakan pedet umur sehari berupa kolostrum. Pada umur 2 hari sampai 3 bulan pedet diberi susu sebanyak dua kali sehari (pagi dan sore). Pakan konsentrat dan hijaun mulai diberikan pada umur dua bulan. Kandang pedet UPTD BPBPTDK Yogyakarta dibersihkan dua kali sehari. Berdasarkan hasil kegiatan dapat disimpulkan bahwa manajemen pedet di UPTD BPBPTDK Yogyakarta dikategorikan sudah memadai.
Job Training aims to acquire skills and work experience. The practice of field work carried out on 13 April to 18 April 2015 at the dairy farm Regional Technical Implementation Unit Forage Seed Development Center and the Veterinary Diagnostic or UPTD BPBPTDK, Sleman, Yogyakarta. The method used for data collection was by observation, interviews, direct observation and measurement directly. Total population calf in UPTD BPBPTDK Yogyakarta is 15 tail with the tail number 6 female calf and the number of male calf as much as 9 tails. Parent who give birth are placed in a special cage. Newborn calf immediately cleared of mucus exist in the nasal cavity and mouth to avoid suffocation due calf benafas difficult. If the calf could not breathe immediately given artificial respiration aid. Newborn calf, immediately separated from the mother and placed in a cage calf is given a mat of straw or hay. Day old calf feed in the form of colostrum. At the age of 2 days to 3 months calves fed twice a day in the morning and afternoon. Feed concentrate and hijaun start given at age two months. Cage calf UPTD BPBPTDK Yogyakarta cleaned twice a day. Based on the results it can be concluded that the management activities calf in UPTD BPBPTDK Yogyakarta categorized suffice.
Kata Kunci : kandang, manajemen, pakan, pedet.