KAPASITAS INFILTRASI PADA TEGAKAN PINUS (Pinus merkusii) DAN MAHONI ( Swietenia mahagoni) DI RPH JUMO BKPH CANDIROTO KPH KEDU UTARA
SARAS NASTITI, Ir. Sri Astuti Soedjoko
2015 | Skripsi | S1 KEHUTANANPerubahan jenis sebagian tegakan hutan dari tegakan mahoni menjadi tegakan pinus di sebagian kawasan RPH Jumo, BKPH Candiroto, KPH Kedu Utara tentunya akan mempengaruhi ekologi kawasan dan siklus hidrologi di area tersebut termasuk besarnya kapasitas infiltrasi tanah. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur besarnya kapasitas infiltrasi pada tegakan pinus (Pinus merkusii) dan tegakan mahoni(Swietenia mahagoni) pada berbagai kelompok umur tegakan. Penelitian ini menggunakan metode double ring infiltrometer untuk menghitung besarnya kapasitas infiltrasi tanah. Selain itu dilakukan juga pengujian karakteristik sifat fisik tanah dan vegetasi kawasan. Analisis data dilakukan dengan model deskriptif komparatif yang disajikan dalam tabel dan grafik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kapasitas infiltrasi pada tegakan Pinus merkusii berkisar antara 3,6 cm/jam hingga 6,15 cm/jam. Besarnya kapasitas infiltrasi sebesar 3,6 cm/jam pada kelompok umur I, 5,4 cm/jam pada kelompok umur II, 6,15 cm/jam pada kelompok umur III, 4,5 cm/jam pada kelompok umur IV, dan 3,3 cm/jam pada kelompok umur V. Sedangkan kapasitas infiltasi tanah di bawah tegakan Swietenia mahagoni berkisar antara 3,9 cm/jam hingga 8,7 cm/jam. Kapasitas infiltrasi sebesar 5,4 cm/jam pada kelompok umur I, 8,7 cm/jam pada kelompok umur II, 6.6 cm/jam pada kelompok umur III, dan 3,9 cm/jam pada kelompok umur V. Besarnya kapasitas infiltrasi meningkat seiring dengan bertambahnya umur tegakan pada kelompok umur I hingga kelompok umur III. Peningkatan dan penurunan besarnya kapasitas infiltrasi tersebut dipengaruhi oleh kerapatan tegakan, penutupan tajuk, tekstur tanah, kandungan bahan organik tanah, bulk density, dan porositas tanah
Changed in species partially from forest stands of mahogany into stands of pine in some areas at RPH Jumo, BKPH Candiroto, North Kedu KPH, surely will affect the ecology of the region and the hydrological cycle in that area, including the amount of soil infiltration capacity. This study purpose is to measure the infiltration capacity of the stands of pine (Pinus merkusii) and stands of mahogany (Swietenia mahagoni) in various age groups stands. This study used the double ring infiltrometer method for calculating the amount of soil infiltration capacity. Beside of that, this study also performed the test of characteristics of the physical properties of soil and vegetation in that area. Data analysis was performed with comparative descriptive models that presented in tables and graphs. The results showed that the infiltration capacity of the stands of Pinus merkusii ranged from 3.6 cm/hour up to 6.15 cm/hour. The amount of infiltration capacity was 3.6 cm/hour in the age group I, 5.4 cm/hour in the age group II, 6.15 cm/hour in the age group III, 4.5 cm/hour in age group IV, and 3.3 cm/hour at age group V. While the infiltration capacity of the soil under stands of Swietenia mahagoni ranged from 3.9 cm/hour to 8.7 cm/hour. The amount of infiltration capacity was 5.4 cm/hour in the age group I, 8.7 cm/hour in the age group II, 6.6 cm/hour in the age group III, and 3.9 cm/hour in the age group V. The amount of infiltration capacity increases as long as the increase of the age of the stands from age group I to age group III. The Increasing and decreasing of the amount of infiltration capacity was influenced by stands density, crowns coverage, soils texture, soils organic matter content, bulk density, and porosity of the soil
Kata Kunci : kapasitas infiltrasi, pinus, mahoni, porositas, bulk density, bahan organik, double ring infiltrometer