HUBUNGAN TINGKAT DEPRESI DENGAN KUALITAS HIDUP PASIEN KANKER PAYUDARA DI RSUD PANEMBAHAN SENOPATI, BANTUL, YOGYAKARTA
REZA FAJAR AMALIA, Intansari Nurjannah, S.Kp., MN.Sc., Ph.D.; Wiwin Lismidiati , S.Kep., Ns. M.Kep., Sp.Mat.
2015 | Skripsi | ILMU KEPERAWATANLatar Belakang: Kanker payudara menimbulkan dampak pada berbagai aspek kehidupan penderitanya. Kondisi fisik yang menurun, distress emosional, hospitalisasi, terapi rutin yang harus dijalani dan dampak sosial yang timbul dapat menyebabkan gangguan psikososial dan depresi yang berkontribusi terhadap perubahan kualitas hidup individu yang menderita kanker payudara. Keterkaitan antara depresi dengan kualitas hidup pasien kanker payudara sangat penting untuk diteliti karena depresi dan kualitas hidup merupakan faktor penting dalam penilaian luaran terapi. Tujuan Penelitian: Mengetahui hubungan antara tingkat depresi dengan kualitas hidup pasien kanker payudara, gambaran tingkat depresi pada pasien kanker payudara dan gambaran kualitas hidup pasien kanker payudara yang menjalani terapi di RSUD Panembahan Senopati, Bantul, Yogyakarta, Metode: Penelitian ini merupakan penelitian non eksperimental dengan rancangan cross sectional yang melibatkan 33 orang pasien kanker payudara (n=33) yang terpilih berdasarkan teknik purposive sampling. Pengukuran tingkat depresi menggunakan instrumen Beck Depression Inventory (BDI) dan pengukuran kualitas hidup menggunakan instrumen The Quality of Life Index (QL Index) Spitzer. Analisis data menggunakan analisis korelasi Spearman. Hasil: Sebagian besar responden berada pada tingkat depresi ringan (51,5%) dan nilai kualitas hidup yang baik (nilai 8) sebanyak 27,3%. Hasil analisis korelasi Spearman menunjukkan bahwa ada hubungan negatif yang kuat, artinya semakin tinggi tingkat depresi maka kualitas hidup pasien kanker payudara semakin rendah (p< 0,001, r = -0,794). Kesimpulan: Ada hubungan antara tingkat depresi dengan kualitas hidup pasien kanker payudara, sebagian besar pasien kanker payudara mengalami depresi ringan dan memiliki kualitas hidup yang baik.
Background : Breast cancer have an impact on various aspect of life of it is sufferers. Decreasing physical condition, emotional distress, hospitalization, routine theraphy that should be done and social impact that occur can cause psychosocial disturbance and depression that contribute in the changing of individual who suffer from breast cancer quality of life. The correlation between depression and breast cancer patients quality of life is important to investigate because depression and quality of life is an important matter in evaluating the outcome of a therapy. Aim of the study: To understand the correlation between depression level and quality of life in breast cancer patient, describe the depression level of breast cancer patients and describe quality of life of breast cancer patient at Panembahan Senopati Hospital, Bantul, Yogyakarta. Methods :This study is a non experimental research with cross sectional design that involving 33 breast cancer patients (n=33) which have choosen based on purposive sampling technique. The evaluation of depression using Beck Depression Inventory (BDI) and quality of life evaluation using The Quality of Life Index (QL Index) Spitzer instrument. Spearman correlation was used for data analysis. Results: The Majority of participants are in mild depression (51.5%) and good quality of life ( score 8) are 27,3%. Result of Spearman correlation analysis showing that there is a strong negative correlation, it means that the higher depression level leads to the lower quality of life of breast cancer patients. Conclusions: There is a strong correlation between depression level and breast cancer patients quality of life, majority of breast cancer patient suffer from mild depression and good quality of life.
Kata Kunci : depression, qualityof life, breast cancer