PROFIL ALBUMIN PADA ITIK TURI (Anas plathyrinchos) YANG MENGKONSUMSI SERBUK RIMPANG TEMU IRENG (Curcuma aeruginosa Roxb.)
ABDUL MALIK, Dr. drh. Irkham Widiyono
2015 | Skripsi | S1 KEDOKTERAN HEWANPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian serbuk rimpang temu ireng (Curcuma aeruginosa Roxb.) terhadap kadar albumin didalam serum pada itik Turi. Sebanyak 6 ekor itik Turi dibagi menjadi dua kelompok (kontrol dan perlakuan). Itik pada kelompok kontrol diberi pakan tanpa temu ireng, sedangkan itik pada kelompok perlakuan diberi pakan dengan temu ireng 2% selama 35 hari. Pengambilan darah dilakukan pada hari ke-0 dan 35 dari vena brakhialis. Pemeriksaan albumin di dalam serum dilakukan dengan menggunakan COBAS������® 6000( Roche Diagnostics Gmbh, Mannheim). Pada umur 6 minggu (awal periode penelitian) itik kelompok kontrol dan perlakuan memiliki kadar albumin masing-masing sebesar 1,68 ������± 0,04 g/dL dan 1,59 ������± 0,19 g/dL, sedangkan pada umur 11 minggu (akhir periode penelitian) itik kelompok kontrol dan perlakuan memiliki kadar albumin masing-masing sebesar 1,81 ������± 0,12 g/dL dan 1,87 ������± 0,08 g/dL. Hasil analisis data menunjukkan tidak ada pengaruh yang nyata akibat perlakuan temu ireng (p > 0,05). Kadar albumin di dalam serum mengalami peningkatan seiring dengan bertambahnya umur itik. Pemberian serbuk rimpang temu ireng sebanyak 2% dari pemberian pakan pada itik Turi tidak mempengaruhi kadar albumin di dalam serum.
The research was aimed to evaluate the effect of temu ireng (Curcuma aeruginosa Roxb.) powder supplementation on the concentration of serum albumin in Turi duck. Six Turi duck were used in this study and divided into two groups (control and treatment). The duck in the control group were fed without temu ireng supplementation while the animals treatment group were supplemented with 2% temu ireng in their feed for 35 days. Blood samples were collected at day 0 and 35. Serum albumin concentration was determined using COBAS������® 6000 (Roche Diagnostics Gmbh, Mannheim). The serum albumin level of animals in the control and treatment group at the age of 6 weeks was 1.68 ������± 0.04 g/dL and 1.59 ������± 0.19 g/dL respectively, whereas the albumin level at the age of 11 weeks was 1.81 ������± 0.12 g/dL and 1.87 ������± 0.08 g/dL respectively. The temu ireng supplementation did not show any significant influence on serum albumin (p > 0,05), but the age factor did. It could be concluded that the supplementation of temu ireng powder at the level of 2% of feed in Turi ducks does not influence on the serum albumin level.
Kata Kunci : albumin, temu ireng, itik Turi