Laporkan Masalah

HUBUNGAN ANTARA STRESOR PSIKOSOSIAL DENGAN GANGGUAN MENSTRUASI PADA REMAJA SMP PASCA ERUPSI MERAPI DI KECAMATAN CANGKRINGAN KABUPATEN SLEMAN YOGYAKARTA

ANIK DWI MARGA, Dr. Sumarni DW, M.Kes; Prof. dr. Djaswadi Dasuki, Sp.OG(K), MPH, PhD

2015 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat

Latar Belakang: Erupsi Merapi dapat menyebabkan kerusakan yang luar biasa, tidak hanya fisik tetapi juga mental yang akan memicu munculnya gangguan jiwa pada remaja bahkan sampai masa dewasa. Pasca erupsi Merapi, remaja dan keluarganya harus pindah dari huntara ke huntap. Perpindahan tempat tinggal ke huntap inilah yang mengakibatkan berbagai stresor-stresor baru. Namun, tidak semua remaja mampu melakukan adaptasi, sehingga timbullah stresor baru. Stresor baru tersebut akan mempengaruhi pelepasan LH (Luteinizing Hormone) dan FSH (follicle-stimulating hormone) yang dapat mempengaruhi terjadinya gangguan menstruasi. Masalah menstruasi jika tidak diketahui dan tidak mendapatkan penanganan yang benar dapat menggangu prestasi belajar remaja. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan antara stresor psikososial dengan gangguan menstruasi pada remaja SMP pasca erupsi Merapi di Kecamatan Cangkringan Kabupaten Sleman Yogyakarta Metode Penelitian: Penelitian ini merupakan jenis penelitian non eksperimen dengan metode observasional dengan rancangan cross-sectional yang dilengkapi dengan pendekatan kualitatif. Responden dalam penelitian ini adalah Siswi kelas VII SMP yang sudah menstruasi di Kecamatan Cangkringan Kabupaten Sleman. Pengambilan sampel penelitian dengan total sampling. Instrumen penelitiannya adalah kuesioner stresor psikososial (IPSP), kuesioner gangguan menstruasi (SPAF) dan kuesioner aspek perilaku. Analisis data menggunakan Uji Chi-Square dengan melihat nilai RP (Rasio Prevalensi) dan regresi logistik pada tingkat kemaknaan p<0,05 dengan Confidence interval (CI) 95%. Hasil: Ada hubungan yang bermakna antara stresor psikososial dengan gangguan menstruasi. Remaja yang mengalami stresor psikososial berat beresiko (OR; 6,47; CI= 1,436-29,165) Kesimpulan: Remaja yang mengalami stresor psikososial berat mempunyai resiko 6 kali lebih besar mengalami gangguan menstruasi dibandingkan dengan remaja yang mengalami stresor psikososial ringan

Background: Merapi eruption can cause tremendous damage, not only physically but also mentally which will trigger the emergence of mental disorders in adolescence and even into adulthood. After the eruption of Merapi, adolescents and their families should move from shelters to huntap. Resettlement to huntap This has resulted in a new variety of stressors. However, not all adolescents are able to adapt, so that there arose a new stressor. The new stressors will affect the release of LH (luteinizing hormone) and FSH (follicle-stimulating hormone) which may affect the occurrence of menstrual disorders. Menstrual problems if not known and do not get proper treatment can interfere with learning achievement adolescence. Objective: To determine the relationship between psychosocial stressors with menstrual disorders in adolescents SMP after the eruption of Merapi in Cangkringan Sleman Yogyakarta Methods: This study is a non-experimental research with observational method with cross-sectional design that comes with a qualitative approach. Respondents in this research is class VII SMP Students who are menstruating in Cangkringan Sleman. Sampling studies with a total sampling. The research instrument was a questionnaire psychosocial stressors (IPSP), menstrual disorder questionnaire (SPAF) and the behavioral aspects of the questionnaire. Data analysis using ChiSquare test by looking at the value of RP (prevalence ratio) and logistic regression at the significance level of p <0.05 with a confidence interval (CI) 95%. Results: There was a significant correlation between psychosocial stressors with menstrual disorders (OR; 6.47; CI = 1.436 to 29.165) Conclusion: Adolescents who experience severe psychosocial stressors have a risk six times more likely to experience menstrual disorders compared to adolescents who experience mild psychosocial stressors

Kata Kunci : Stresor psikososial, Gangguan menstruasi, Pasca Erupsi Merapi, Remaja, SMP; Psychosocial Stressors, menstrual disorders, post-eruption of Merapi, Youth,SMP

  1. S2-2015-342212-abstract.pdf  
  2. S2-2015-342212-bibliography.pdf  
  3. S2-2015-342212-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2015-342212-title.pdf