Pengaruh bantuan modal kerja terhadap peningkatan hasil usaha industri tenun ikat :: Studi kasus di Kabupaten Kupang
USMAN, Anshar, Dra. Ch. Suparmi, SU
2003 | Tesis | Magister Ekonomika PembangunanPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui perkembangan produksi tenun ikat dan membandingkan pendapatan perajin industri tenun ikat yang menggunakan bantuan modal kerja dari Pemda Kabupaten Kupang dengan pendapatan perajin tenun ikat yang tidak menggunakan bantuan modal kerja di Kabupaten kupang propinsi NTT. Dalam penelitian ini ditetapkan 2 (dua) kecamatan yaitu Kecamatan Kupang barat dan Kecamatan Amarasi menjadi samp'el dari 13 (tiga belas) kecamatan dengan responden sebanyak 40 orang terdiri dari 20 orang perajin dengan bantuan modal dan 20 orang perajin tanpa bantuan modal. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh langsung dari responden, sedangkan data sekunder di peroleh dari instansi terkait. Alat analisis yang digunakan untuk menganalisis data balk data primer maupun data sekunder adalah (1) alat analisis trend produksi untuk mengetahui trend produksi tenun ikat tahun 2003 -2004(2) alat analisis pendapatan yang digunakan untuk mengetahui besarnya penghasilan perajin yang tanpa mendapat bantuan dan penghasilan perajin yang mendapat bantuan modal kerja, (3) alat analisis uji beds dua rata-rata untuk mengetahui perbedaan penghasilan perajin yang tanpa mendapat bantuan dan perajin yang mendapat bantuan modal kerja dari Pemerintah Daerah Kabupaten Kupang. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara responden yang menerima bantuan dan yang tidak menerima bantuan, dengan nilai t-hitung sebesar 6,044 lebih besar dari t-tabel yang besarnya 1,69. Jumlah penghasilan yang diterima perajin tenun ikat yang tanpa mendapatkan bantuan sebesar Rp.5.540.000 dan pendapatan yang diterima perajin tenun ikat yang mendapatkan bantuan sebesar Rp.16.785.000. Rata-rata penghasilan responden yang tanpa mendapat bantuan modal kerja sebesar Rp.227.000, dan rata-rata penghasilan responden yang mendapat bantuan modal kerja adalah sebesar Rp.839.250. Perkembangan produksi tenun ikat menunjukkan angka yang berfluktuasi dengan peningkatan yang tertinggi pada tahun 2000 sebesar 175% dan penurunan terrendah pada tahun 2001 sebesar —54%. Berdasarkan hasil penelitian di atas secara umum dapat disimpulkan bahwa bantuan modal kerja mempunyai pengaruh positif terhadap peningkatan hasil usaha industri tenun ikat di Kabupaten Kupang sehingga perlu ditindaklanjuti dengan pembinaan keterampilan, sehingga dapat memberdayakan bantuan modal yang ada.
This research has aim to investigate production development of tied woven cloth and to compare revenue of tied woven cloth craftsman that are not accept fund and accept fund in Kupang Regency NTT Province. In this was determined 2 sub-districts that were West Kupang and Amarazi as sample from 13, sub-districts with 40 respondents consist of 20 craftsmen are not accept fund and 20 respondents are accept. fund. Data that used in this research are primary data and secondary data. Primary data's has gotten from respondents directly, while secondary data gotten from related institution. Analysis tools that used to analyze both primary data and secondary data are (1) production trend analysis to detect production trend of tied woven cloth for 2003-2004 (2) revenue analysis tool used to detect quantity of craftsmen are not accept fund and craftsmen respondents are accept fund (3) compare mean analysis tool used to detect differences of revenue between craftsmen are not accept fund and craftsmen respondents are accept fund from Local Government of Kupang. The result of research describes presence of significant differences between respondents that are not accept fund and respondents are accept fund with t-test amount 6.044 more than. t-table (1.69). Quantities of revenue that accepted by craftsmen that are not accept fund is Rp.5.540.000 and revenue that accepted by craftsmen that accept fund is Rp.16.785.000. Average of respondents revenue that are not accepts fund is Rp.277.000, and average of respondents revenue that are accept fund is Rp.839.250. While, production development of tied woven cloth is fluctuation with highest increasing level in 2000 (175%) and lowest decreasing level in 2001 (-54%). Based on this research generally can be concluded that fund has positive effect to increasing tied woven cloth result in Kupang Regency. Hence, it must be followed up by skill guiding in .order to tied woven cloth craftsman can take benefit from such fund.
Kata Kunci : Kredit Usaha, Industri Tenun Ikat