Kinerja pengelolaan keuangan daerah Pemda Musi Banyu Asin
ARPA, Padul, Dra. Ch. Suparmi, SU
2003 | Tesis | Magister Ekonomika PembangunanPenelitian ini bertujuan mengetahui kinerja pengelolaan keuangan daerah Pemerintah Daerah Musi Banyuasin. Variabel yang diamati adalah kontribusi PAD, BHP/BP. Sumbangan dan bantuan terhadap APBD serta pertumbuhan PAD, BHP/BP, sumbangan dan bantuan APBD. Mengetahui proporsi dan pertumbuhan sektor belanja pembangunan terhadap total belanja pembangunan. Data yang digunakan adalah data sekunder APBD TA 1997/1998 – 2001 yang diperoleh dari Badan Keuangan dan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD) danstatistik Pemda Musi Banyuasin. Di samping studi kepustakaan, alat analisis yang digunakan analisis pertumbuhan, analisis kontribusi, analisis efisiensi dan analisis efektivitas. Hasil analisis in menunjukkan rata-rata total penerimaan selama kurun waktu analisis dengan rata-rata pertumbuhan APBD sebesar 261.66%. Kontribusi PAD terhadap APBD dengan rata-rata 2,85% dan rata-rata pertumbuhan sebesar 49,00%, sedangkan rata-rata kontribusi BHP/BP 15,52% dengan rata-rata pertumbuhan 1737%. Rata-rata sumbangan dan bantuan sebesar 69,65% dan rata-rata pertumbuhan 58,61%. Proporsi belanja rutin yang terbesar TA 1999/2000 terbesar belanja pegawai sebesar 78,18%. Proporsi pengeluaran miscellaneous yan gterbesar tahun 2001 dengan proporsi sebesar 12,52% dan rata-rata proporsi miscellaneous TA 1997/1998-2001 sebesar 10,58%. Pertumbuhan belanja rutin terbesar TA 2000 angsuran pinjaman sebesar 577%. Proporsi belanja pembangunan yang terbesar sektor transportasi 28,64% dan yang terkecil sektor kependudukan sebesar 0,03%. Pertumbuhan belanja pembangunan TA 1997/1998-2001 terbesar pada sektor aparatur 877,66%. Efektivitas penerimaan PAD realisasinya dengan rata-rata Rp 5.022012 juta, rata-rata biaya pungut Rp. 4.028,791 juta, maka rata-rata 31,25% dengan kriteria penilaian sangat efisien menunjukkan kriteria yang baik.
-
Kata Kunci : Keuangan Daerah, Kinerja Pengelolaan