Hubungan Antara Skor Uji Tusuk Kulit Alergen Anjing Dengan Klasifikasi Rinitis Alergi Pada Anak
JAYANTY DEWANDARY T, dr. Surya Yudha Patria, Ph.D.,Sp.A; dr.Sumadiono, Sp.A(K)
2011 | Skripsi | S1 PENDIDIKAN DOKTERLatar Belakang : Rinitis merupakan gangguan fungsi hidung yang terjadi setelah pajanan alergen melalui inflamasi. Salah satu faktor risiko dari rinitis alergi adalah paparan indoor allergen, termasuk kutu debu rumah tangga. Diagnosis rinitis alergi dapat dilakukan dengan uji tusuk kulit. Tujuan : Untuk mengetahui adanya hubungan skor uji tusuk kulit alergen anjing dengan klasifikasi rhinitis alergi pada anak. Metode : Penelitian ini menggunakan rancangan potong lintang. Sampel sebanyak 92 penderita rinitis alergi yang berumur 3-18 tahun. Pengumpulan data dengan anamnesis dan uji tusuk kulit alergen kutu debu rumah tangga. Analisis statistik yang digunakan adalah uji signifikansi dengan chi square untuk hubungan skor uji tusuk kulit alergen anjing dengan klasifikasi rhinitis alergi. Sedangkan confounding factor dianalisis dengan multivariate regression analysis. Hasil : Nilai signifikansi untuk hubungan antara skor uji tusuk kulit alergen anjing dengan durasi rinitis alergi adalah 0,062. Sedangkan, nilai signifikansi untuk hubungan antara skor uji tusuk kulit alergen anjing dengan tingkat keparahan adalah 0,682. Kesimpulan : Tidak terdapat hubungan antara skor uji tusuk kulit alergen anjing dengan durasi rinitis alergi. Tidak terdapat hubungan antara skor uji tusuk kulit alergen anjing dengan tingkat keparahan rinitis alergi
Background: Allergic rhinitis is a disturbance of nose function it happened after alergen influence by the inflamation. One of the risk factors of allergic rhinitis is exposure to indoor allergens, including dog allergen. Diagnosis of allergic rhinitis can be done by skin prick test. Objective: To analyze the correlation skin prick test score between dog allergen and classification of allergic rhinitis in children. Methods: This study used cross sectional design. Sample as many as 92 patients with allergic rhinitis aged 3-18 years. Data collection with interview and skin prick test dog allergens. Statistical analysis was used with chi square tests of significance for the relationship of skin prick test score with classification allergic rhinitis in children. While confounding factors were analyzed by multivariate regression analysis. Results: The value of significance for the relationship between test scores dog allergen skin prick with duration of allergic rinitis was 0,062. Meanwhile, the value of significance for the relationship between test scores dog allergen skin prick test with derajat keparahan was 0.682. Conclusion: There is a correlation between skin prick test scores house dust mite allergen with duration of allergic rinitis. There was no correlation between skin prick test scores house dust mite alergen with severity of allergic rhinitis
Kata Kunci : rinitis alergi-uji tusuk kulit-anjingklasifikasi rinitis alergi, allergic rhinitis-skin prick test-house dust miteclassification of allergic rhinitis