Kebijakan Korea Utara Mengenai Kawasan Industri Kaesong dan Pengaruhnya Terhadap Upaya Reunifikasi Korea
FAJAR PRAMUDITO, Dr. Poppy Winanti MPP., M.Sc.
2015 | Skripsi | S1 ILMU HUBUNGAN INTERNASIONALINTISARI Tulisan ini berisi pembahasan mengenai alasan mengapa di tengah situasi konflik dengan Korea Selatan, pemerintah Korea Utara bersedia bekerjasama dengan pemerintah Korea Selatan dalam membuka kawasan industri bersama di Kaesong serta apa dampak kebijakan tersebut terhadap proses perundingan dan negosiasi reunifikasi Korea. Argumen utama dalam tulisan ini yaitu pemerintah Korea Utara sedang dalam kondisi terpojok ketika kebijakan ini disetujui. Terdapat faktor-faktor tertentu yang berpengaruh terhadap keputusan untuk membuka kawasan industri bersama ini, baik secara eksternal maupun internal. Menggunakan pisau analisis game-theory berupa skenario Nash Bargaining Problem dimana dua alternatif kebijakan (kerjasama dan penggunaan hard power) akan menghasilkan outcomes yang berbeda, tulisan ini juga memaparkan rasionalisasi atau pertimbangan untung rugi bagi pemerintah Korea Utara dalam menyetujui proyek ini. Kemudian, tulisan ini juga berusaha menjelaskan dampak keputusan tersebut dengan melihat kondisi reunifikasi Korea sebelum dan setelah kawasan industri ini dibuka.
ABSTRACT This work contains a discussion about the reason why in the middle of conflicting situations with South Korea, the North Korea government willing to coordinate with the South Korea government in providing joint industrial park in Kaesong and what was the impact of such a policy on the negotiation process of Korean Reunification. The main argument of this work is that the North Korea government was cornered when this policy approved. There are some factors that affect the decision to open this industrial park, both internally and externally. Using game-theory in the form of Nash Bargaining Problem, this work also explains the rationalizations put by North Korea government regarding the approval of this project. Later this work was also trying to examine the impact of the decision by looking at the condition of Korean Reunification before and after this industrial area opened.
Kata Kunci : kebijakan, Kawasan Industri Kaesong, reunifikasi Korea, dampak