PEMBUATAN PETA SITUASI SEBAGIAN WILAYAH DUSUN DOWO DAN DUSUN TEGALMIRI DESA BANYURIPAN KECAMATAN BAYAT KABUPATEN KLATEN PROVINSI JAWA TENGAH
MUHAMMAD FATKHU N, Yulaikhah, ST, MT
2015 | Tugas Akhir | D3 TEKNIK GEOMATIKA SVPeta adalah gambar sebagian atau seluruh permukaan bumi pada bidang datar dengan skala dan sistem proyeksi peta tertentu. Selain untuk mengetahui lokasi, peta juga diperlukan untuk perencanaan pembangunan baik berskala kecil maupun besar. Sebagai mahasiswa Teknik Geomatika, harus memiliki kompetensi dalam bidang survei dan pemetaan. Oleh karena itu, perlu dilakukannya Praktek Kerja Lapangan untuk pembuatan peta situasi skala besar. Proses pembuatan peta situasi perlu dilakukan pemetaan secara komprehensif mulai dari perencanaan, pengumpulan data, pengolahan data, hingga penyajian data. Pemetaan dapat menyajikan unsur-unsur yang ada di permukaan bumi, baik berupa buatan manusia maupun alam yang dinyatakan dalam bentuk titik, garis dan area. Pembuatan peta situasi pada Praktek Kerja Lapangan ini dimulai dari orientasi lapangan, pengukuran azimuth, pengukuran kerangka kontrol horisontal, pengukuran kerangka kontrol vertikal, pengukuran detil planimetris dan titik tinggi, uji peta, kemudian dilakukan penggambaran secara digital. Secara keseluruhan kerangka peta situasi ini telah memenuhi toleransi. Hasil perhitungan dari kerangka kontrol horisontal memiliki kesalahan penutup sudut (fs) sebesar 14.5 detik dan kesalahan linear (fl) sebesar 1:34434.25, untuk perhitungan kerangka kontrol vertikal memiliki kesalahan penutup beda tinggi (fh) sebesar 5 mm. Namun pada proses uji peta aspek detil planimetris dan aspek ketinggian tidak memenuhi toleransi 90%. Dari proses tersebut maka diperoleh hasil akhir berupa peta situasi sebagian wilayah Dusun Dowo dan Dusun Tegalmiri, Desa Banyuripan, Kecamatan Bayat, Kabupaten Klaten, Provinsi Jawa Tengah dengan skala 1:500 yang terbagi dalam empat lembar peta yang dicetak pada kertas A1. Unsur-unsur yang ada di permukaan bumi yang tercantum pada peta situasi ini meliputi jembatan, jalan aspal, jalan setapak, jalan beton, sungai, sawah, kolam, kebun, bangunan, kontur mayor, kontur minor, batas dusun, dan titik poligon.
Map is a representation of the earths surface or part of that surface on a flat area with the scale and specific map projection system. In additon to know the location, map is also needed for development planning in small or large scale. Student of Geomatic Engineering, must have competence of surveying and mapping. Therefore, field study (Praktek Kerja Lapangan) was conducted to make a large scale map comprehensively from planning up to presentation of data. Map present the objects on the earth surface, both human made object and nature object which is expressed in the form of point, line, and areas. Mapping in this field study (Praktek Kerja Lapangan), started from the field orientation, measurement of azimuth, horizontal control framework, vertical control framework, planimetric detail and spotheight, field test, and then digital map plotting. Overall, the topographic mapping process has fullfiled tolerance stated in the TOR. The result showed that the horizontal control framework has angle error (fs) 14.5 sec and linear accuracy (fl) of 1:34434.25. The vertical control framework has hight different error (fh) of 5 mm. Based on the field test result, both planimetric object and spotheight didnt fullfiled tolerance of 90%. From that all process could be obtained four sheets topographic maps with 1:500 scale of part of Dowo and Tegalmiri country sides, Banyuripan village, Bayat sub district, Klaten regency, Central Java province printed in A1 paper size. The map shows objects on the earth surface such as bridges, paved roads, footpaths, concrete roads, rivers, fields, pools, gardens, buildings, major contours, minor contours, village limits, and polygon point.
Kata Kunci : peta, pemetaan, metode pengukuran, peta situasi