Laporkan Masalah

EVALUASI KOLEKTIBILITAS UNIT PENGELOLA KEUANGAN BADAN KESWADAYAAN MASYARAKAT DI DESA MURTIGADING TAHUN 2014

MUHAMMAD IDRIS, Faiz Zamzami, S.E., M.Acc., QIA

2015 | Tugas Akhir | D3 AKUNTANSI SV

Tugas akhir ini membahas tentang "Evaluasi Kolektibilitas Unit Pengelola Keuangan Badan Keswadayaan Masyarakat di Desa Murtigading Tahun 2014". Semakin banyaknya kemiskinan, pemerintah mengadakan program P2KP yang sekarang menjadi PNPM Mandiri Perkotaan. Pelaksanaan program PNPM Mandiri Perkotaan dibantu oleh BKM/LKM yang salah satu programnya adalah pinjaman bergulir. Dalam pelaksanaan pinjaman bergulir, dana yang diberikan pemerintah dipinjamkan kepada masyarakat dengan mendirikan KSM. Data tentang pinjaman KSM yang meminjam dicatat pada kolektibilitas. Kolektibilitas adalah cerminan dari pengelolaan pinjaman bergulir, dengan kolektibilitas dapat dilihat baik buruknya kualitas daripada pinjaman dan untuk mengetahui kinerja BKM khususnya UPK. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, UPK-BKM Murtigading dalam melaksanakan pinjaman bergulir tergolong baik karena rata-rata KSM dalam melakukan angsuran termasuk dalam kategori pinjaman lancar (kolektibilitas 1) dan pinjaman dalam perhatian khusus (kolektibilitas 2). Pada pengelolaan pinjaman bergulir dinilai sudah memuaskan sesuai dengan indikator kinerja UPK walaupun masih ada beberapa KSM masuk dalam kategori macet dalam pembayaran angsuran. Penulis menyarankan perlunya penanganan khusus terhadap pinjaman kategori macet dengan peninjauan lapangan dan evaluasi terhadap kemampuan KSM dalam mengembalikan sisa pinjaman. Hal ini dimaksudkan agar modal UPK dalam melaksanakan program pinjaman bergulir bisa kembali dan dana yang macet dapat digulirkan kembali kepada masyarakat yang membutuhkan.

This final task talks about "Evaluation on Collectability Unit of Finance-management Badan Keswadayan Masyarakat at Murtigading Village in 2014". The escalation number of poverty is the cause government develops P2KP program which is now become PNPM Mandiri Pekotaan. The implementation PNPM Mandiri Perkotaan assisted by BKM/LKM which one of the programs are rolling loans. In the implementation the fund that given by government will be given to people by establishing KSM. The data about KSM loans' will be noted at collectability. Collectability is the reflection from rolling loans' management. By collectability we can shows the good or bad the quality of loans in order to know the performance of BKM, especially UPK. The result of this research shows that UPK-BKM Murtigading in doing loans activity is success, because the percentage of KSM in doing installment payment is streamlined loans category (collectability 1) and specific concern of loans (collectability 2). In the managing of rolling loan is considered to be satisfactory and match with indicator of UPKs' performance even there are some KSM that included in stuck category in term of installment payments. The writers' suggestion is need special handling to overcome the stuck category of installment payments through field observation and evaluation to analyzing KSMs' ability in term of giving cash back. It is intended in order the UPK modal's in doing rolling loans program could give them back and the stuck fund could give to people who needs.

Kata Kunci : Kolektibilitas, UPK- BKM, Pinjaman Bergulir / Collectability, UPK-BKM, Rolling loans.

  1. D3-2015-332865-abstract.pdf  
  2. D3-2015-332865-bibliography.pdf  
  3. D3-2015-332865-tableofcontent.pdf  
  4. D3-2015-332865-title.pdf