Laporkan Masalah

KEDUDUKAN HUKUM AKTA PERCERAIAN SUAMI ISTRI PEMELUK AGAMA NASRANI DALAM HAL TERJADI PERKAWINAN KEMBALI

YUDITA TRISNANDA, Ninik Darmini, S.H., M.Hum

2015 | Skripsi | S1 ILMU HUKUM

Penulisan Hukum ini adalah penelitian yang berfokus kepada kedudukan hukum akta perceraian milik suami istri yang memeluk agama Nasrani apabila terjadi perkawinan kembali. Secara lebih khusus, penulisan ini bertujuan untuk mengetahui dan mengkaji faktor-faktor yang menyebabkan pasangan suami istri pemeluk agama Nasrani tidak melakukan pembatalan perceraian sebagai proses hukum untuk melangsungkan perkawinan kembali dan kedudukan hukum dari akta perceraian pasangan suami istri pemeluk agama Nasrani setelah terjadinya perkawinan kembali. Penelitian yang digunakan bersifat yuridis normatif melibatkan penelitian kepustakaan yang menggunakan sumber data sekunder berupa literatur dan peraturan perundang-undangan guna memperoleh bahan hukum primer, bahan hukum sekunder dan bahan hukum tersier. Penelitian lapangan juga dilakukan untuk mendapatkan data primer dan data sekunder untuk lebih mendapatkan informasi yang akurat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasangan suami istri pemeluk agama Nasrani tidak melakukan pembatalan perceraian sebagai proses hukum untuk melangsungkan perkawinan kembali dengan pasangan terdahulu karena adanya celah hukum akibat berubahnya peraturan perundang-undangan. Hal tersebut mengakibatkan masyarakat dimungkinkan untuk mempunyai akta lebih dari satu.

This Legal Writing is a research which focuses on the legal standing of divorce certificates for Christian partners in the event of a remarriage involving the same individuals. More specifically, this writing seeks to find and analyze factors which may cause Christian couples to not opt for marriage annulment as a legal process to conduct remarriage between them and furthermore to understand and analyze the legal standing of the divorce certificates of Christian partners after the remarriage. This Research is a normative-legal research and involves the use of library research through secondary sources of data such as literatures and legislations to obtain primary, secondary, and tertiary legal materials. Field research was also conducted to obtain primary and secondary data to acquire more accurate information. The results of this Research shows that Christian partners do not use marriage annulments as a legal process to conduct remarriage between them due to the existence of legal loopholes caused by changes in legislations. This loophole opens up the opportunity for people to have more than one marriage certificate.

Kata Kunci : Kedudukan Hukum, Perkawinan, Perceraian, Perkawinan Kembali, Akta Perceraian

  1. S1-2015-312269-abstract.pdf  
  2. S1-2015-312269-bibliography.pdf  
  3. S1-2015-312269-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2015-312269-title.pdf