Laporkan Masalah

Faktor-faktor yang mempengaruhi penerimaan pajak bumi dan bangunan di Kabupaten Wonogiri

BUDIYANTO, I.G.E, Drs. Samsubar Saleh, MSoc.Sc

2001 | Tesis | Magister Ekonomika Pembangunan

Menghadapi pelaksanaan otonomi daerah tahun 2001, diperlukan kesiapan kemampuan finansial daerah untuk membiayai kegiatan pemerintahan dan pembangunan. Berdasarkan pasal 6 ayat (1) a, dan pasal79 UU no. 22 tahun 1999, pemberdayaan sumber pendapatan daerah dari pajak bumi dan bangunan (PBB) merupakan wacana yang menarik bagi daerah. Keberhasilan pemberdayaan PBB ditentukan oleh pemahaman terhadap faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat penerimaan. Berbagai teori dan penelitian sebelumnya memberi gambaran mengenai hubungan an tara pertu m bu han e konomi daera h , ti ng ka t keseja h te raa n , de ng a n ti ng ka t kesanggupan membayar pajak, hubungan antara tingkat ketersediaan prasarana fisik umum dengan permintaan tanah dan hubungan jumlah penduduk dengan tingkat permintaan tanah permukiman. Bertitiktolak pada teori tersebut, penelitian ini mengangkat judul faktor-faktor yang mempengaruhi penerimaan pajak bumi dan bangunan di Kabupaten Wonogiri. Sebagai variabel tidak bebas adalah PBB sektor pedesaan dan perkotaan sedangkan variabel bebasnya meliputi PDRB, dana pembangunan prasarana fisik sektor transportasi dan jumlah penduduk. Alat analisis yang digunakan, regresi tanpa log, regresi dobel log dan regresi penyesuaian parsial (PAM). Sebagai penunjang juga dilakukan analisis efisiensi pengelolaan dan efektivitas pemungutan PBB serta uji ketergantungan chi-kuadrat. Melalui pendekatan model analisis regresi double log, diperoleh hasil paling optimal, sehingga menjadi model utama terpilih dalam penelitian ini. Setelah model utama terpilih lolos dari uji teoritis, uji statistik dan uji asumsi klasik, maka dari hasil analisis model utama terpili h dapat disimpulkan; pertarna PDRB berpengaruh positif dan signifikan terhadap penerimaan PBB, pada elastisitas 0,681, dengan a = 2,04 % kedua dana pembangunan prasarana fisik sektor transportasi, mempunyai pengaruh positif dan signifikan terhadap penerimaan PBB dengan elastisitas 0,389, dengan a = 0,Ol YO ketiga jumlah penduduk, berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap penerimaan PBB dengan elastisitas 4,859 dengan a = 0,l %. Secara akumulatif menunjukkan bahwa koefisien determinasi R2 = 99,47 YO artinya 99,5 YO variabel PBB sektor pedesaan dan perkotaan dapat dijelaskan oleh variasi variabel bebasnya, sedangkan selebihnya dijelaskan oleh variasi variabel lain diluar variabel-variabel yang diamati. Hasil dari analisis penunjang menunjukkan bahwa rata-rata tingkat efisiensi pengelolaan PBB relatif baik yakni sebesar 14,14 YO per tahun, sedangkan rata-rata tingkat efektivitas pemungutan yang dicapai sebesar 94,91 % per tahun. Uji ketergantungan dengan df = 2 dan , a = 1 YO, chi-kuadrat hitung lebih besar dari chi-kuadrat tabel atau nilai X2 ht > X2 tbl = 11,41 > 9,210 artinya ada hubungan antara potensi obyek pajak tanah dan obyek pajak tanah dan bangunan dengan klasifikasi potensi wajib pajak PBB, dengan demikian Ho ditolak.

The implementation of autonomy for regional administration in 2001 needs financial adequacy of the regions for financing the administration and development activities. Based on the section 6, article (1) a, and section 79 UU no.22 1999, empowering region’s earn from land and building tax (hereafter called PBB) is an interesting passage for regions. The succes of PBB empowerement is determined by knowledgement of the factors influencing earn rate. Many theories and researches have provided the picture on correlation between economy development and welfare rate, on the willingness rate to pay the tax, correlation between the availability rate of public’s physical facility on the land demand and correlation between the population number to the rate of demand for land for settlement. From the theory, this research took the title of The Factors Influencing PBB Earn in Regency of Wonogiri. The dependent variable is land and building tax in rural and city sectors, whereas the independent variable included PDRB, the development fund for physical facility in sector of transportation and the population number. This research applied the regresion without log analysis, double log regresion analysis and partial adustment regresion analysis. To support these, the efficiency analysis of management and PBB collecting effectivity, and dependency-test of chi-kuadrat. From the double-log regresion analysis model, the optimal result was acieved, so it was chosen as the main model in this research. After this main model passed on theoritical test, statistical test and classical assumption test, it was concluded that: first, PRDB has a positive and significant influence on the PBB earn, as the elasticity of 0.681, a = 2.04%, second, the funds for rural and city sector of transportation has a positive and significant influence on the PBB earn, as the elasticity = 0.389, a = 0.01%, third, the population number has positive and significant influence on the PBB earn, the elasticity = 4.859, a = 0.1%. Accumulatively, these showed determining coefficient R2 = 99.47% meant that 99.5% PBB variable of rural and city sector could be explained by the variation of independent variables, and the rest was explained by other variables variation outside of the observed variables here. The results from supporting analysis suggested that the average of efficiency of PBB management was good relatively, as 14.14% per year, whereas the average of efficiency rate of the collection achieved was 9.91% per year. The dependent test with the df = 2 and a = 1%’ chikuadrat calculating was greater than chi-kuadrat tabel X2 ht = X2 tbl= 1 1.41 > 9.210, it meant that there is correlation between the potential objectives of land taxation and the objectives of land and building taxation to the classification of the potential PBB obligator, so H, was refused.

Kata Kunci : Pajak Bumi dan Bangunan


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.