Laporkan Masalah

Identifikasi sektor dan kawasan andalan di Kabupaten KupangbSTudi antar kecamatan

RAHAKBAUW, Marthen Adry, Dr. Budiono Sri Handoko, MA

2003 | Tesis | Magister Ekonomika Pembangunan

Tujuan pertama dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perubahan struktur ekonomi kecamatan wilayah studi dibandingkan dengan perekonomian wilayah yang lebih luas (Kabupaten Kupang). Selanjutnya tujuan keduanya yaitu mengidentifikasi sektor dan subsektor andalan (basis) yang dimiliki oleh masing-masing kecamatan dalam mendukung pertumbuhan ekonominya, menuju tingkat perkembangan yang lebih baik yakni Daerah Cepat Maju dan Cepat Tumbuh (daerah andalan). Pengaruh kelengkapan fasilitas sosial-ekonomi dalam mendukung percepatan pertumbuhan ekonomi masing-masing kecamatan merupakan tujuan ketiga dari penelitian ini. Data sekunder yang dipakai dalam penelitian adalah PDRB Menurut Kecamatan dan PDRB Kabupaten Kupang tahun 1995-1999 dan tahun 1997-2000, Kecamatan Dalam Angka tahun 2000, Kupang dalam angka tahun 2000. Data-data ini dikumpulkan ciari beberapa kantor seperti BPS dan Bappeda Kabupaten Kupang. Dalam menjawab tujuan penelitian, digunakan beberapa alat analisis yakni : (1) alat analisis Shift-Share; (2) alat analisis Location Quotient; (3) alat analisis Tipologi Klassen; dan (4) alat analisis Model Skalogram. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi kecamatan wilayah studi seluruhnya dipengaruhi oleh pertumbuhan ekonomi Kabupaten Kupang, dengan rata-rata nilai (Nij) sebesar 97,88%, sedangkan pengaruh bauran industri (Mij) dan keunggulan • kompetitif (Cij) dari tiap kecamatan sangat kecil, dengan nilai rata-rata sebesar 2,45% dan —0,33%. Kecamatan yang mempunyai nilai rata-rata keunggulan kompetitif (Cij) terbesar adalah Kecamatan Semau, dengan sektor yang mempunyai keunggulan kompetititf terbesar adalah sektor pertanian sebesar 82,58% (Rp.2.021.690.000,-). Selama periode penelitian telah terjadi perubahan struktur ekonomi, yang mulai bergeser dari sektor primer (pertanian), ke sektor sekunder (listrik dan air minum; bangunan dan konstruksi), lebih khusus sektor tersier (perdagangan, restoran dan hotel; pengangkutan dan komunikasi; keuangan, persewaan dan perusahaan; serta jasa-jasa). Sektor dan subsektor yang mempunyai keunggulan kompetitif serta merupakan sektor dan subsektor andalan (basis) pada hampir sebagian besar kecamatan wilayah studi adalah sektor pertanian, sektor jasa-jasa, sektor perdagangan, restoran dan hotel, serta sektor pengangkutan dan komunikasi. Kecamatan wilayah studi yang dapat dijadikan kawasan/daerah andalan di Kabupaten Kupang adalah Kecamatan Kupang Barat dan Kecamatan Kupang Tengah. Selanjutnya kecamatan yang mempunyai fasilitas sosial-ekonomi terlengkap dalam mendukung percepatan pertumbuhan ekonomi di wilayahnya yakni Kecamatan Sabu Barat dengan jumlah tipe fasilitas sebanyak 39 tipe, dan jumlah tipe fasilitas sebanyak 4.739 unit. Diikuti Kecamatan Kupang Tengah (34 tipe dan 4.079 unit) dan Kecamatan Kupang Barat (34 tipe dan 1.754 unit). Teridentifikasinya potensi ekonomi yang dimiliki oleh tiap kecamatan wilayah studi, diharapkan dapat menjadi landasan bagi proses perencanaan dan proses pembangunan yang dilaksanakan di Kabupaten Kupang. Akhirnya efektivitas dan efisiensi pembangunan dapat tercapai dan masyarakat dapat disejahterakan.

The first objective of this research is to analyze the structural changes of economic activities of 10 subdistrict (kecamatan) as the study area compare to the larger region (Kupang Regency) as the reference point. The second objective is to identify the "basic" or the "leading" sector and subsector that own by each subdistrict in order to support its economic growth toward a better development level such as advanced and fast growing areas (base region). The third objective is to analyze the influence of completed social-economics facilities in order to support ' the acceleration of economic growth in each subdistrict. The secondary data that use in this research is PDRB of subdistrict and PDRB of Kupang Regency from 1995 — 1999 and 1997 — 2000, Subdistrict in Number year 2000, Kupang in Number year 2000. The data are collected from several offices such as BPS (Central of Statistic Board) and Bappeda (Local Planning Board) of Kupang Regency. To accomplish the research objectives, it uses several analysis tools such as: (1) Shift-Share; (2) Location Quotient; (3) Klassen Typology; and (4) Scalogram. The result proved that the economical growth of the research area is entirely influenced by economic growth of Kupang Regency with average score (Nu) of 97.88%, while influence of industrial mix (Mu) and competitive adventages (Cu) from each subdistrict is quite low with average score of 2.45% and -0.33%. Subdistrict which has the biggest average score of competitive advantages is Semau Subdistrict, and with its biggest average score of competitive advantages come from agriculture sector with 82,58% (Rp 2.021.690.000,-). As long as the research period, there have been some changes in economical structure, which has move from primary sector (agriculture) to secondary sector (electricity and fresh water; building and construction) and tertiary sector (trade, restaurant and hotel; transportation and communization; finance, leasing and corporation; arid services). Sector and subsector that consider to be a basic sector and sub sector which has competitive advantages in most of subdistrict of the research area are agriculture, services, trade, restaurant and hotel, transportation and communication. Subdistrict of the research area which can be settled as the basis area or basis region in Kupang Regency are West Kupang and Central Kupang Subdistrict. Subdistrict which has completed social-economics facilities in order to support economic growth are West Sabu Subdistrict with 39 types of facilities, and its total number of facilities is 4.739 units, then followed by Central Kupang Subdistrict (34 types and 4.079 units) and West Kupang Subdistrict (34 types and 1.754 units). With the identified economics potential which owned by each subdistrict of the research area, we hope that it can be the foundation for the planning and development process implemented at Kupang Regency. Finally, the effectiveness and efficiencies of the development will be achieved to prosper the society.

Kata Kunci : Sektor Unggulan, Kawasan Andalan


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.