BAHASA KONSTITUSI UUD TAHUN 1945 AMANDEMEN IV DALAM PERSPEKTIF FILSAFAT ANALITIK
WULIDA AHMAD M., Drs. Rizal Mustansyir, M. Hum
2015 | Skripsi | EKSTENSI FILSAFATUUD Tahun 1945 adalah hukum tertulis negara. Melalui pendekatan analisa bahasa ditemukan permasalahan bahasa konstitusi dalam UUD Tahun 1945 yang ambigu. Tujuan penelitian adalah membuktikan hipotesis melalui investigasi bahasa dalam perspektif filsafat analitik dengan menganalisis, memverifikasi, mengklarifikasi sehingga ditemukan bahasa konstitusi yang bermakna dan ambigu. Dari rumusan masalah dibuat hipotesis yaitu ambiguitas bahasa konstitusi mengakibatkan ambiguitas konstitusi. Struktur bahasa mempengaruhi makna bahasa, perubahan struktur bahasa konstitusi dapat merubah makna konstitusi. Penelitian ini menggunakan unsur metodis interpretasi, deduksi, induksi, deskripsi, heuristik, dan analisa bahasa melalui perspektif Wittgenstein, Ayer, dan Alston. Proses metodis analisa bahasa kemudian dikomparasi dengan fungsi konstitusi untuk menginvestigasi makna bahasa konstitusi dalam UUD Tahun 1945. Berdasarkan analisis filsafat bahasa ditemukan pembukaan UUD Tahun 1945 berdasarkan analisa filsafat bahasa ambigu sehingga tidak dapat digunakan sesuai fungsi konstitusi dan dikategorikan bahasa ambigu. 55 pasal berdasarkan analisa filsafat bahasa bermakna sehingga dapat digunakan sesuai dengan fungsi konstitusi dan dikategorikan sebagai bahasa konstitusi. 46 pasal berdasarkan analisa filsafat bahasa bermakna tetapi tidak dapat digunakan sesuai dengan fungsi konstitusi dan dikategorikan bahasa biasa. 92 pasal berdasarkan analisa filsafat bahasa ambigu sehingga tidak dapat menjalankan fungsi konstitusi dan dikategorikan bahasa ambigu. 3 pasal aturan peralihan berdasarkan analisa filasafat bahasa ambigu sehingga tidak dapat menjalankan fungsi konstitusi dan dikategorikan bahasa ambigu. 2 pasal aturan tambahan berdasarkan analisa filsafat bahasa bermakna tetapi tidak dapat digunakan sesuai dengan fungsi konstitusi dan dikategorikan bahasa biasa.
UUD Tahun 1945 are law written of state. By means of analytical language approach fond problem language of constitution in UUD Tahun 1945 had meaningless. The destination of research are doing investigation by means of perspective analytical philosophy to analyse, verification, and clarification with the result that language of constitution meaningfull and meaningless are investigated. From formulation of problems make hypothesis are meaningless language of constitution result meaningless constitution. structure language side effect meanging language, the change of language structure of constitution can change meaning constitution. This research use element methods of interpretation, deduction, induction, description, heuristic, and language analytic pass through Wittgenstein, Ayer, and Alston perspective. Process of analytical language methods than compared with function of constitution for investigation meaning of language constitution in UUD Tahun 1945. By fundamentally analytic philosophy of language got pembukaan UUD Tahun 1945 by fundamentally analytic philosophy of language are meaningless with result that can't use appropriate by function of constitution and categorated meaningless language. 55 section by fundamentallu analytic philosophy of language are meaning with result that can use appropriate by function of constitution and categorated constitution language. 46 section by fundamentally analyitic philosophy of language are meaning but can't used appropriate by function of constitution and categorated ordinary language. 92 section by fundamentally analytic philosophy of language are meaningless with result that can't use driving function of constitution and categorated meaningless language. 3 section of Aturan Peralihan by fundamentally analytic philosophy of language are meaningless with result that can't driving function of constitution and categorated meaningless language. 2 section of Aturan Tambahan by fundamentally analytic philosophy of language are meaning but can't use appropriate by function of constitution and categorated ordinary language.
Kata Kunci : bahasa konstitusi, UUD 1945, filsafat analitik