Laporkan Masalah

Perbandingan Analisis Perhitungan Perencanaan dan Metode Pekerjaan Pemeliharaan Jalan Kabupaten Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Kulon Progo

ESTU AMALIA, Agus Kurniawan, ST., MT., Ph. D.

2015 | Tugas Akhir | D3 TEKNIK SIPIL SV

Volume lalu lintas suatu jalan dipengaruhi oleh tingkat keselamatan dan kenyamanan jalan. Jalan yang baik harus memenuhi standar keselamatan dan kenyamanan yang ditandai dengan kelengkapan utilitas jalan seperti marka jalan dan rambu lalu lintas. Perkerasan lentur jalan raya telah dirancang untuk bertahan sesuai umur rencana, dengan memperhitungkan pertumbuhan lalu lintas tiap tahun. Penulisan laporan ini bertujuan untuk membandingkan metode perhitungan tebal perkerasan jalan, biaya yang dibutuhkan untuk meningkatkan kualitas jalan, serta mengetahui penyebab keterlambatan suatu pekerjaan. Dalam perhitungan tebal perkerasan jalan, digunakan 2 cara yaitu menurut buku Petunjuk Perencanaan Tebal Perkerasan Lentur Jalan Raya dengan Metode Analisa Komponen (1987), dan menurut buku Petunjuk Teknik Survai dan Perencanaan Teknik Jalan Kabupaten (1995). Data untuk perhitungan perkerasan diperoleh dari konsultan perencana, yaitu PT Wastu Anopama, sedangkan data untuk perhitungan biaya diperoleh dari Bina Marga. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa metode Petunjuk Teknik Survai dan Perencanaan Teknik Jalan Kabupaten (1995) lebih efisien dan hemat biaya jika digunakan dan diterapkan dalam proyek.

The traffic volume of a road affected by the level of road safety and comfortness. One of the requirement from the safe and comfortable road is the road utility has been fulfilled, such as the road markings and traffic signs are already completed. The flexible pavement has been designed for a certain time, consider the traffic growth annually. This report was written to compare the calculation method about the thickness of road pavements, to know the cost for improve the road quality, and to know why the work late to do. This report used two methods to calculate the thickness of pavement, according to the book Petunjuk Perencanaan Tebal Perkerasan Lentur Jalan Raya dengan Metode Analisa Komponen (1987), and Petunjuk Teknik Survai dan Perencanaan Teknik Jalan Kabupaten (1995). The data for the thickness calculation derived from consultant planner, PT Wastu Anopama, while the data for the cost calculation derived from Bina Marga.The results show that Petunjuk Teknik Survai dan Perencanaan Teknik Jalan Kabupaten (1995)�s method were more efficient to applied in a project. Keywords: pavement, comparison, efficiency

Kata Kunci : perkerasan, perbandingan, efisiensi

  1. D3-2015-337130-abstract.pdf  
  2. D3-2015-337130-bibliography.pdf  
  3. D3-2015-337130-tableofcontent.pdf  
  4. D3-2015-337130-title.pdf