Laporkan Masalah

Evaluasi kinerja keuangan daerah Propinsi Riau, 1997/1998-2001

YULIA, Neil, Dr. Mardiasmo, MBA.,Akt

2003 | Tesis | Magister Ekonomika Pembangunan

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja keuangan daerah Propinsi Riau selama kurun waktu 1997/1998 hingga tahun 2001, dengan menganalisis sisi pendapatan dan sisi belanja pada APBD. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder, dari tahun 1997/1998 hingga 2001 yaitu data anggaran dan realisasi pendapatan, data anggaran dan realisasi belanja rutin serta data anggaran dan realisasi belanja pembangunan. Metode analisis yang digunakan adalah analisis kontribusi sektor, analisis laju pertumbuhan, analisis derajat desentralisasi fiskal, analisis tabungan daerah, varian indikator kinerja pendapatan, varian indikator kinerja belanja rutin dan varian indikator kinerja belanja pembangunan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sisi pendapatan dari APBD, yang membandingkan realisasi PAD dengan target PAD maka mencerminkan kinerja pendapatan yang bagus yakni pencapaian realisasi PAD melebihi dari target PAD dengan secara rata-rata adalah sebesar 130,86 persen, dan dengan membandingkan realisasi APBD dengan anggaran APBD maka juga mencerminkan kinerja pendapatan yang bagus yaitu realisasi APBD lebih besar dari anggaran APBD yang telah ditetapkan dengan secara rata-rata adalah sebesar 108,50 persen. Derajat desentralisasi fiskal Propinsi Riau yaitu dari rasio antara PAD dengan total penerimaan daerah secara rata-rata adalah sebesar 26,51 persen. Rasio bagi hasil pajak dan bukan pajak terhadap total penerimaan daerah secara rata-rata adalah sebesar 28,17 persen. Rasio sumbangan dan bantuan terhadap total penerimaan daerah secara rata-rata adalah sebesar 36,81 persen. Tabungan daerah menunjukkan perkembangannya berfluktuasi selama lima tahun anggaran dengan kontribusi terhadap belanja pembangunan secara rata-rata adalah sebesar 60,37 persen, sedangkan kontribusi tabungan daerah terhadap APBD adalah sebesar 26,50 persen. Sisi belanja dari APBD selama lima tahun anggaran menunjukkan bahwa secara rata-rata proporsi belanja rutin lebih kecil daripada proporsi belanja pembangunan terhadap APBD yaitu proporsi belanja rutin adalah sebesar 37,46 persen sedangkan proporsi belanja pembangunan adalah sebesar 44,33 persen. Indikator kinerja belanja rutin mencerminkan kinerja belanja yang bagus yaitu realisasi belanja rutin lebih kecil dari anggaran belanja rutin dengan secara rata-rata adalah sebesar 92,30 persen, begitu juga dengan indikator belanja pembangunan juga mencerminkan kinerja belanja yang bagus yaitu realisasi belanja pembangunan lebih kecil dari anggaran belanja pembangunan dengan secara rata-rata adalah sebesar 87,04 persen.

This research purposes to evaluate financial performance of local government of Riau, during time periods 1997/1998 to 2001. Financial performance of Riau province can be analysis by evaluate income and expenditure side from APBD. The data of this research is secondary data from 1997/1998 to 2001 which are; budget data and income realization, budget data and routine expenditure realization, budget data and development expenditure realization. The analysis method that used are sector contribution analysis, growth analysis, fiscal decentralization degree analysis, local saving analysis, varian income performance indicator, varian routine expenditure performance indicator and varian development expenditure performance indicator. The results from income side of APBD: comparing PAD realization with PAD target reflected good income performance (PAD realization achievement higher than PAD target, which is average 130,86 percen), comparing APBD realization with APBD budget also reflected good income performance (APBD realization higher than APBD budget which is average 108,50 percen). Fiscal decentralization degree of Riau Province from ratio of PAD and total income average 26,51 percen. Ratio of tax and non tax income to total local income 28,17 percen. Ratio of donation and loan to total local income average 36,81 percen. Local saving indicate fluctuated development during 5 times budget periods which contribute to development expenditure average 60,37 percen, contribute to APBD average 26,5 percen. The result from expenditure side of APBD, indicate routine expenditure proportion average 37,46 percen less than development expenditure average 44,33 percen. Routine expenditure performance indicator reflected good performance which is routine expenditure realization less than routine expenditure budget average 92,30 percen. Development expenditure indicate also reflected good performance which is development expenditure realization less than development expenditure budget average 87,04 percen.

Kata Kunci : Keuangan Daerah, Evaluasi Kinerja

  1. S2-2003-NeilYulia-Abstract.pdf  
  2. S2-2003-NeilYulia-Bibliography.pdf  
  3. S2-2003-NeilYulia-Tableofcontent.pdf  
  4. S2-2003-NeilYulia-Title.pdf