Laporkan Masalah

Analisis Dampak Peristiwi Akuisisi TCL Oleh SCC Terhadap IKJ

MARIA ELIZABETH RIA HARTANTO, Amin Wibowo, M.B.A., Ph.D.

2015 | Tesis | S2 Manajemen

Aktifitas merger dan akuisisi merupakan salah satu strategi bisnis yang dapat dipilih oleh suatu perusahaan. SCC merupakan bagian dari SG yang bisnisnya bergerak di bidang bahan kimia. SCC bergerak di sektor chemical trading, manufacturing dan FMCG. IKJ merupakan bagian dari SCC yang bergerak di sektor chemical trading, yang berperan sebagai distributor untuk berbagai macam industri, termasuk industri deterjen. Pada tahun 2005, SCC mengakuisisi TCL, yang merupakan produsen deterjen. Sejak saat itu TCL menjadi salah satu perusahaan FMCG yang dikendalikan oleh SCC. Peristiwa akuisisi tidak hanya membawa pengaruh bagi TCL atau SCC, tetapi juga bagi IKJ. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mempelajari faktor-faktor yang menjadikan SCC melakukan konfigurasi bisnis dengan mengakuisisi TCL dan mengevaluasi kinerja IKJ setelah terjadinya akuisisi TCL oleh SCC. Dengan melakukan wawancara, dapat dianalisis faktor-faktor yang melatarbelakangi SCC mengakusisi TCL. Evaluasi kinerja IKJ dianalisis dengan membandingkan rasio keuangan sebelum dan setelah peristiwa akuisisi. Dari analisis yang dilakukan, dapat disimpulkan bahwa akusisi yang diambil oleh SCC merupakan strategi related diversification dan akuisisi ini bersifat friendly take-over. Faktor-faktor yang menjadi pertimbangan SCC mengakuisisi TCL adalah karakteristik industri deterjen di Indonesia yang memiliki konsumen yang besar, pertumbuhan produksi deterjen yang cukup baik, peluang market yang luas dan product life cycle deterjen yang masih berada pada tahap early maturity. Dengan menganalisis lingkungan eksternal, ancaman yang dihadapi SCC ketika masuk ke industri deterjen adalah ancaman dari para pelaku industri yang cukup tinggi. Sedangkan peluang yang ada di industri deterjen datang dari ancaman dari pendatang baru yang cenderung sedang, ancaman dari produk pengganti yang rendah, posisi tawar supplier yang cenderung sedang dan posisi tawar pembeli yang cenderung tinggi. Dengan menganalisis lingkungan internal, kekuatan yang dimiliki SCC menjadi modal untuk masuk ke industri deterjen. Kekuatan itu diantaranya adalah SCC memiliki bisnis yang terintegrasi dan modal intangible. Kinerja IKJ setelah akusisi lebih baik, hal ini dapat dilihat dari peningkatan current ratio dan quick ratio; penurunan debt ratio; meningkatnya persentase profit margin, ROA dan ROE; serta membaiknya inventory turn over, days' sales in inventory dan total asset turnover.

Merger and acquisition is one vehicle of corporate strategies. SCC is a subsidiary of SG, under SCC. SCC engages in chemical trading, manufacturing and FMCG. IKJ is known as a leading supplier of chemicals to various industries, including detergent. In 2005, SCC acquired TCL, which is a detergent manufacturer. Since then TCL became one of an FMCG companies, under SCC control. Acquisition effects both TCL and SCC and also IKJ. The purpose of this research is to study factors that influences SCC to acquire TCL and evaluate the performance of IKJ after the TCL acquisition. By conducting interviews, factors than influences SCC acquisition strategy can be analyzed. By comparing financial ratios before and after the TCL acquisition, changes of IKJ performance can be analyzed. It can be concluded that SCC chose a related diversification strategy by acquiring TCL and its acquisition type is friendly take-over. Before acquiring TCL, SCC considered some factors, such as characteristic of Indonesia's detergent industry. Indonesia has large potential consumer, detergent production growth is quite good, broad market opportunities and product life cycle of detergent is at the early stage of maturity. By analyzing the external environment, SCC figure out that the threat coming from others firm in the industry is quite high. While the opportunities coming from moderate threat of new entrants, low threat of substitute products, moderate bargaining position of suppliers and high buyer bargaining power. By analyzing the internal environment, SCC known their strength that can be capitalized as a competitive advantage to enter the detergent industry. SCC has tangible and intangible resources. SCCs tangible resources come from its integrated business. IKJ performance after the TCL acquisition is better. It can be seen from the increase in current ratio and quick ratio; a decrease in debt ratio; the percentage of profit margin, ROA and ROE also increase; and there is an improvement in inventory turnover, days' sales in inventory and total asset turnover.

Kata Kunci : strategi, akusisi, diversifikasi, analisis lingkungan eksternal, analisis lingkungan internal, rasio keuangan