Laporkan Masalah

ASUPAN ZAT GIZI, AKTIVITAS FISIK, OBESITAS ABDOMINAL SEBAGAI FAKTOR RISIKO TERJADINYA DISLIPIDEMIA PADA PASIEN DI LABORATORIUM PRAMITA YOGYAKARTA

ATMA SETIAWATI PARJIONO, Martalena Br Purba,MCN,Ph.D; dr Deddy Nurwachid,MKes,Sp,PD.KR

2015 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat

Latar Belakang : Berdasarkan data Riskesdas nasional tahun 2007, 31.9% dari seluruh angka kematian disebabkan oleh penyakit jantung. Dislipidemia sebagai salah satu faktor risiko utama terjadinya penyakit jantung, dengan berbagai faktor risiko yang mempengaruhi perubahan kadar kolesterol dalam darah. Faktor risiko tersebut seperti asupan zat gizi (energi, lemak, serat), obesitas, aktivitas fisik, merokok, penyakit sekunder dan jenis kelamin, usia, genetik. Berdasarkan data riskesdas DIY tahun 2007, prevalensi kurangnya aktivitas fisik masyarakat di kota Yogyakarta adalah sebesar 34.1%, prevalensi obesitas atau overweight pada orang dewasa di kota Yogyakarta adalah sebesar 24.0%. Menurut survei SUSENAS tahun 2007, terjadi perubahan pola konsumsi masyarakat terutama di daerah perkotaan, yang beralih pada pola konsumsi secara modern dan mengkonsumsi makanan berprotein tinggi. DIY memiliki masyarakat yang cukup tinggi mengkonsumsi makanan jadi atau makan diluar rumah dan berisiko terhadap kesehatan. Berdasarkan data NBM tahun 2008, DIY cukup tinggi mengkonsumsi bahan pangan sumber energi terutama karbohidrat. Rata-rata kunjungan pasien dislipidemia terus meningkat dari tahun ke tahun Di Laboratorium Pramita Yogyakarta. Tujuan Penelitian : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui asupan zat gizi, obesitas abdominal, aktivitas fisik sebagai faktor risiko terjadinya dislipidemia pada pasien di Laboratorium Pramita Yogyakarta. Metode Penelitian : Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan rancangan case control. Sampel yang diteliti adalah seluruh pasien dewasa, yang datang di Laboratorium Pramita Yogyakarta yang memenuhi kriteria. Asupan zat gizi dikumpulkan dengan Semi Quantitatif Food Frequency Questionnaire (SQFFQ) untuk 3 bulan terakhir, obesitas abdominal diukur berdasarkan Rasio Lingkar pinggang terhadap lingkar pinggul. Aktivitas fisik diukur dengan menggunakan kuesioner yaitu standar International Physical Activity Questionnaire (IPAQ) yang sudah dimodifikasi . Aktivitas fisik yang dihitung kemudian dikalikan dengan skor METs. Dislipidemia adalah data hasil pemeriksaan dokter dan laboratorium yang diperoleh dari rekam medik pasien/subjek penelitian. Analisis yang dilakukan dengan univariat dan t tes , bivariat menggunakan Chi Square dan multivariat menggunakan Regresi Logistik dengan metode backward stepwise regression. Hasil Penelitian : Hasil uji statistik menunjukkan bahwa terdapat empat variabel yang berhubungan secara signifikan meningkatkan kejadian dislipidemia. Variabel tersebut adalah asupan zat gizi lemak diatas normal (p 0.02, OR 3.7, CI 95% 21.07-16.35), Obesitas abdominal (p 0.022, OR 2.13, CI 95% 1.064.31), Aktivitas fisik ringan (p 0.005, OR 2.56, CI 95% 1.25-5.27), dan variabel zat gizi energi diatas normal (p 0.01, OR 5.61, CI 95% 1.12-54.02). Sedang zat gizi serat memiliki hubungan yang tidak bermakna secara statistik dengan kejadian dislipidemia (p > 0,05). Kesimpulan : Ada hubungan signifikan antara aktivitas fisik ringan, obesitas abdominal, asupan zat gizi lemak dan energi diatas normal dengan kejadian dislipidemia pada pasien di Laboratorium Pramita Yogyakarta hingga 13%. Kata Kunci : Asupan zat gizi (energi, lemak dan serat), obesitas abdominal, aktivitas fisik, dislipidemia dan pasien dewasa

Background: Based on the data of the National Basic Health Research in the year 2007, 31.9% of total death rate is due to heart disease. Dyslipidemia is one of the main risk factors in causing heart disease, with various other risk factors which influence changes in blood cholesterol. These risk factors are nutritional intake (energy, fat, fibre), obesity, physical activity, smoking, secondary disease, sex, and genetic age. Based on the data of the National Basic Health Research in the special region of Yogyakarta in the year 2007, the prevalence of lack in physical activity in the citizens of the city of Yogyakarta is 34.1%, prevalence of obesity or overweight in adults in the city of Yogyakarta is 24.0%. According to the National Socio-economic survey in the year 2007, there is a change in pattern of consumption especially in the city area, which has changed to modern consumption patterns by consuming high protein foods. The people from the special region of Yogyakarta have a high consumption of ready-made food or takeaway food which poses risk towards health. Based on the NBM data of the year 2008, the special region of Yogyakarta has a high consumption of energy providing foodstuff with mostly being carbohydrates.The average number of dyslipidemic patients visiting the Pramita Laboratorium, Yogyakarta is increasing annually. Objective: This study is aimed to observe nutritional intake, abdominal obesity and physical activity as risk factors which lead to dyslipidemia in patients at Pramita Laboratorium, Yogyakarta. Method: This study is an analytic observational study with a case control plan. The samples studied are all adult patients whom visit the PramitaLaboratorium, Yogyakarta and meet the preset criteria. Nutritional intake data is obtained using the Semi Quantitative Food Frequency Questionnaire (SQFFQ) for the past 3 months, abdominal obesity is measured based on the ratio of waist circumference to hip circumference. Physical activity is measured using a standard questionnaire which is the modified International Physical Activity Questionnaire (IPAQ). The physical activity evaluated is then multiplied with the METs score. Dyslipidemia is the result of examination by the doctor and laboratory which is obtained from the medical records of the patient/study subject. From the data obtained, univariate analysis is done using the t-test, bivariate using the Chi square test and multivariate using the logistic regression with backward stepwise regression method. Result: Results of statistical tests show that there are four variables which are correlated and significantly increase the incidence of dyslipidemia.The variables are above normal fat intake (p 0.02, OR 3.7, CI 95% 21.07-16.35), above normal energy intake (p 0.01, OR 5.61, CI 95% 1.12-54.02), abdominal obesity (p 0.022, OR 2.13, CI 95% 1.064.31), and mild physical activity (p 0.005, OR 2.56, CI 95% 1.25-5.27) whilst fibre intake has a statistically insignificant correlation with the incidence of dyslipidemia (p > 0.05). Conclusion: There is a significant correlation between mild physical activities, abdominal obesity, above normal fat intake, above normal energy intake with the incidence of dyslipidemia in patients at Pramita Laboratory, Yogyakarta. Keywords: Nutritional intake (energy, fat and fibre), abdominal obesity, physical activity, dyslipidemia and adult patients.

Kata Kunci : Kata Kunci : Asupan zat gizi (energi, lemak dan serat), obesitas abdominal, aktivitas fisik, dislipidemia dan pasien dewasa

  1. S2-2015-293223-tableofcontent.pdf  
  2. S2-2015-293223-title.pdf