Hubungan Antara Dukungan Sosial Dengan Resilience Korban Penyalahgunaan NAPZA Di Panti Sosial Pamardi Putra (PSPP) Yogyakarta
ERVIN SEPTIAN DEWI, Totok Harjanto, S.Kep., Ns., M.Kes.
2015 | Skripsi | ILMU KEPERAWATANLatar belakang: Penyalahgunaan NAPZA dapat menimbulkan ketergantungan fisik dan atau psikologis, serta dapat menyebabkan kerusakan sistem saraf dan organ penting lainnya. Korban penyalahgunaan NAPZA wajib menjalani rehabilitasi medis dan sosial. Namun, banyak pengguna yang kambuh (relapse) meskipun telah menjalani program rehabilitasi di panti. Untuk mempertahankan kepulihannya pasca-rehabilitasi, maka dibutuhkan adanya resilience. Salah satu sumber yang paling konsisten terhadap tingkat resilience seseorang adalah dukungan sosial. Tujuan penelitian: Mengetahui hubungan antara dukungan sosial dengan resilience korban penyalahgunaan NAPZA di Panti Sosial Pamardi Putra (PSPP) Yogyakarta. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Penelitian dilakukan di Panti Sosial Pamardi Putra (PSPP) Yogyakarta pada bulan Mei-Juni 2015. Populasi penelitian adalah korban penyalahgunaan NAPZA yang sedang mengikuti rehabilitasi di Panti Sosial Pamardi Putra (PSPP) Yogyakarta. Pemilihan subjek penelitian menggunakan metode sampling jenuh (total sampling). Pengukuran dukungan sosial menggunakan instrumen dukungan sosial hasil adaptasi dan alih bahasa Putra (2011) terhadap instrumen Social Previsions Scale. Sedangkan pengukuran resilience menggunakan instrumen resilience hasil modifikasi peneliti terhadap instrumen yang disusun oleh Pertiwi (2011) berdasarkan pada komponen resilience menurut Grotberg. Hasil: Sebagian besar responden memiliki dukungan sosial tinggi (66,7%, n=14) dan tingkat resilience yang tinggi (61,9%, n=13). Hasil analisa antara dukungan sosial dan resilience dengan korelasi Pearson menunjukkan hubungan signifikan dengan nilai p=0,001; r=0,655. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan sosial dengan resilience korban penyalahgunaan NAPZA di Panti Sosial Pamardi Putra (PSPP) Yogyakarta.
Background: Drug Abuse can lead to physical and or psychological dependence, and can cause damage to the nervous system and other vital organs. Drug abusers are obliged to undergo medical and social rehabilitation. However, many users who relapse despite having undergone a rehabilitation program. To maintain his recovery post-rehabilitation, it is necessary to have resilience. One of the most consistent source of the person's level of resilience is social support. Objective: To determine the correlation between social support and resilience of drug abusers in Panti Sosial Pamardi Putra (PSPP) Yogyakarta. Methods: This study is a quantitative research with cross sectional approach. The research was conducted in Panti Sosial Pamardi Putra (PSPP) Yogyakarta in May-June 2015. The research population was the drug abusers who are following the rehabilitation program in Panti Sosial Pamardi Putra (PSPP) Yogyakarta. Selection of research subjects used saturated sampling method (total sampling). Measurement of social support used the instruments of social support which have been adaptated and translated by Putra (2011) to the instrument Social Previsions Scale. While measurement resilience used instruments resilience researchers modified to instruments compiled by Pertiwi (2011) based on a resilience component according to Grotberg. Results: Most respondents have a high social support (66,7%, n=14) and a high level of resilience (61,9%, n=13). Results of analysis between social support and resilience with Pearson correlation showed a significant correlation with the value of p = 0,001; r = 0,655. Conclusion: There is a significant relationship between social support and resilience of drug abusers in Panti Sosial Pamardi Putra (PSPP) Yogyakarta.
Kata Kunci : NAPZA, Penyalahguna NAPZA, Dukungan Sosial, Resilience