Laporkan Masalah

KONSEP MASYARAKAT EKONOMI ASEAN 2015 DI INDONESIA DITINJAU DARI TEORI KRITIS MAX HORKHEIMER

DIATRI NARIRATIH, Dr. Sindung Tjahyadi

2015 | Skripsi | S1 ILMU FILSAFAT

Keputusan pemerintah untuk sepakat dengan MEA pasti memiliki pertimbangan tersendiri. Namun melihat keadaan Indonesia yang memerlukan penataan mungkin perlu dipertimbangkan lagi apakah kebijakan ini tepat untuk Indonesia. Bisa juga kebijakan ini hanya menguntungkan untuk sebagian golongan. Atau kebijakan ini hanya sebagai sarana kalkulasi untuk menguasai dunia, seperti yang dijelaskan oleh Horkheimer. Indonesia memiliki RPJPN yang didalamnya termuat visi dan misi pembangunan Indonesia. RPJPN ini berlandaskan pada UUD 1945. Dengan alasan diatas peneliti tertarik untuk membuat penelitian dengan judul Konsep MEA 2015 di Indonesia Ditinjau dari Teori Kritis Max Horkheimer. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat apakah MEA memiliki arah yang sama dengan RPJPN yang kemudian dianalisis dengan teori kritis Max Horkheimer. Penelitian ini merupakan penelitian yang bersifat literal atau pustaka. Baik objek material maupun formal didapatkan dari bahan-bahan kepustakaan, kepustakaan sekunder maupun primer. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif agar pembahasan dapat dipahami dengan jelas; interpretatif, holistika dan kesinambungan historis. Hasil yang didapat dari penelitian ini adalah MEA menunjukkan ketidak sesuaian dengan RPJPN yang didalam nya terdapat nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila. MEA 2015 semakin membebaskan kapitalisme dalam memperngaruhi kebutuhan masyarakat di Indonesia. Manusia akan semakin terbelenggu dengan banyaknya media yang menawarkan kebutuhan baru. Manusia pun semakin terbelenggu dan dengan disetujuinya kebijakan ini menandakan bahwa rasio manusia telah mengalami kemunduran.

The government's decided to agree with the AEC definitely have a separate consideration. But based on the condition of Indonesia, which requires the arrangement may need to be considered again this policy is appropriate for Indonesia or not. This policy maybe beneficial for some of people but the other. Or may be this policy as a means of calculation to rule the world, as described by Horkheimer. Indonesia has RPJPN which contained of vision and mission of Indonesia development. RPJPN is based on the 1945 Constitution. Thus, the researcher is interested in focusing this paper under the title "The Concept of AEC 2015 in Indonesia Judging from Max Horkheimer Critical Theory". The purpose of this research is to see whether the AEC has the same direction with RPJPN which was then analyzed by Max Horkheimer of critical theory. This research is a literal or library research. Both material and formal object obtained from the library, secondary and primary literature. The method using hermeneutical philosophy as the approach that has two stage: collecting the data then classifying the data, and analysing it by describing and interpreting the data with its historical connection and holistic approarch. The result of this study is MEA shows discrepancies with the Pancasila value with in RPJPN. AEC 2015 increase capitalism freedom that effect society needs in Indonesia. Human getting more represed and shackled by medias which offers new needs. If this policy is approved so its indicates that the humans ratio is declaine.

Kata Kunci : kapitalisme, teori kritis, rasio instrumentalis, dehumanisasi,