PEMBUATAN PETA SITUASI DUSUN PURWOSARI DESA BELUK dan DUSUN BANARAN DESA BANYURIPAN KECAMATAN BAYAT KABUPATEN KLATEN PROVINSI JAWA TENGAH
ARIF ROHMAN PRIYONO, Ir. Priyono Nugroho, MS. Ph. D
2015 | Tugas Akhir | D3 TEKNIK GEOMATIKA SVKegiatan ini dimaksudkan untuk meningkatkan pemahaman, keterampilan dan mengaplikasikan pengetahuan di bidang pemetaaan khususnya pembuatan peta situasi secara menyeluruh dari perencanaan sampai penyajian dalam bentuk peta. Kegiatan ini dilaksanakan di Dusun Purwosari Desa Beluk dan Dusun Banaran Desa Banyuripan, Kecamatan Bayat, Kabupaten Klaten, Provinsi Jawa Tengah. Proses pemetaan dilakukan pengukuran secara langsung di permukaan bumi, baik data planimetris maupun data tinggi. Pengumpulan dan pengolahan data dilakukan secara digital dengan menggunakan alat Total Station dan Waterpass yang menghasilkan data spasial berupa X, Y, dan Z kemudian diolah menggunakan software Surpac, AutoCAD LD, dan ArcGIS. Pengukuran diawali dari pembuatan kerangka kontrol peta yang berupa pengukuran kerangka kontrol horizontal, kerangka kontrol vertikal, pengukuran titik tinggi, pengukuran detil planimetris, dan penggambaran secara digital. Hasil akhir yang diperoleh adalah peta situasi skala 1 : 500 dengan interval kontur 0.25 m serta dari uji peta yang dilakukan didapat ketelitian uji planimetris sebesar 84% dan uji tinggi sebesar 92%.
This activity is intended to improve the understanding, skill and apply knowledge in mapping, especially making situation map overall from planning to presentation in map form. This activity was held in hamlet Purwosari, Beluk village and hamlet Banaran, Banyuripan Village, Bayat, Klaten, Central Java. The mapping process was measurements directly on the surface of the earth, both the planimetric data and the high data. Collection and processing the data was done digitally using a Total Station and Waterpass which are produce spatial data in the form of X, Y, and Z, then they processed using Surpac software, AutoCAD LD, and ArcGIS. Measurement starts from making the map control framework in the form of the measurement of horizontal control framework, vertical control framework, the high point, planimetric detail, and digital representations. The final result obtained the situation map scale of 1: 500 with 0.25 m contour interval and from map test that was done obtained test planimetric of 84% and the highest test of 92%.
Kata Kunci : mapping, control framework map, situation map