Laporkan Masalah

Penerapan Geocoding untuk Wilayah Jalan Perkotaan

NI PUTU PRAJA CHINTYA, Dr. Heri Sutanta

2015 | Skripsi | S1 TEKNIK GEODESI

Perkembangan kota yang pesat mengakibatkan tingginya pertumbuhan bangunan di wilayah jalan perkotaan. Dampak pembangunan ini adalah semakin bertambahnya objek di permukaan bumi. Setiap objek yang ada di permukaan bumi memiliki suatu gambaran lokasi yang dikenal dengan alamat. Alamat yang digunakan di wilayah jalan perkotaan terdiri atas nama jalan dan nomor rumah. Alamat ini dapat dirujuk ke suatu koordinat setelah melalui proses geocoding. Geocoding adalah sebuah proses pencocokan data alamat dengan data referensi. Terdapat tiga metode untuk melakukan geocoding yaitu geocoding berbasis titik, geocoding berbasis garis dan geocoding berbasis area. Lokasi penelitian adalah di Jalan Kaliurang, mulai dari Selokan Mataram sampai dengan Perempatan Kentungan. Lokasi ini adalah wilayah jalan perkotaan. Data alamat diperoleh dengan survei lapangan, penjelajahan website dan wawancara langsung selama bulan April 2015. Data referensi bangunan dan jalan diperoleh dari Kantor BPN Kabupaten Sleman. Data titik alamat diperoleh dengan melakukan generalisasi data bangunan menjadi fitur titik. Metode geocoding berbasis garis tidak dapat dilakukan karena data alamat yang ada tidak sesuai dengan ketentuan address locator. Kegiatan yang dilakukan dalam pelaksanaan penelitian ini adalah klasifikasi alamat, penguraian alamat, pembuatan address locator dan geocoding alamat. Perangkat lunak yang digunakan adalah ArcGIS 10. Alamat-alamat di lokasi penelitian dapat diklasifikasikan menjadi alamat lengkap, alamat tidak lengkap, alamat yang sama untuk lebih dari satu bangunan, alamat dengan subnomor, alamat bangunan yang berada di perpotongan dua buah jalan, dan kilometer jalan pada alamat tidak urut. Kualitas geocoding ditentukan berdasarkan tingkat kecocokan dan akurasi posisi fitur hasil geocoding. Tingkat kecocokan yang diperoleh menggunakan metode berbasis titik dan area adalah sama. Posisi fitur keluaran yang diperoleh untuk metode geocoding berbasis titik adalah sama dengan data referensi sedangkan posisi fitur keluaran untuk metode geocoding berbasis area berada pada area poligon. Perbedaan jenis address locator juga mempengaruhi kualitas hasil geocoding. Penggunaan nama bangunan menghasilkan kualitas geocoding yang lebih tinggi daripada data alamat. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat metode pemberian alamat yang standar di lokasi penelitian, hal ini dibuktikan dengan adanya ketidakteraturan pada alamat-alamat di lokasi penelitian. Metode geocoding berbasis titik dan area tidak menghasilkan hasil yang sempurna karena adanya alamat-alamat yang sama dan alamat yang tidak lengkap.

Rapid development of a city creates a high growth construction in urban street area. Every object on the surface of the Earth has a location description known as an address. This address can be referred to a coordinate after geocoding. Three methods to perform geocoding are point-based geocoding, line-based geocoding and area-based geocoding. The research location is at Kaliurang Street, from Mataram Drain to the Kentungan Intersection. This location is consider as an area of urban street. Address data were obtained by field survey, browsing websites and interviews in April 2015. The reference data on building and street features were obtained from BPN of Sleman District. The activities conducted in this research were classifying address, parsing address, creating address locator and geocoding. The software used to geocode addresses is ArcGIS 10. Based on the research, there is no standard method of addressing at the research location, this is can be proved by the existence of irregularities in addresses at the sites. Match rate obtained using a point-based geocoding and the area-based geocoding are same. The position of the output features for point-based geocoding is same as the reference data while position of the the output features for area-based geocoding are in the area of the polygon. The use of building's name produces a higher quality than geocoding address data.

Kata Kunci : geocoding, data referensi, jalan perkotaan, metode pemberian alamat

  1. S1-2015-318965-abstract.pdf  
  2. S1-2015-318965-bibliography.pdf  
  3. S1-2015-318965-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2015-318965-title.pdf