KEJADIAN CAMPYLOBACTERIOSIS PADA AYAM DI WILAYAH BALAI BESAR VETERINER WATES YOGYAKARTA PERIODE 2014-2015
RADIKTYA KIM S, Prof. Dr. drh. A.E.T.H Wahyuni, M.Si.
2015 | Tugas Akhir | D3 KESEHATAN HEWAN SVCampylobacter sp. adalah agen foodborne disease penyebab utama gastroeteritis akut pada manusia di seluruh dunia. Bahan pangan asal ternak seperti susu, daging, dan telur merupakan sumber protein yang kebutuhan setiap tahunnya meningkat. Bahan pangan asal ternak banyak mengandung protein merupakan bahan yang mudah rusak dan terkontaminasi oleh mikroba, sehingga dapat menurunkan kualitas bahan pangan. Hal tersebut dapat merugikan konsumen dan peternak. Usaha meningkatkan kualitas dan keamanan pangan terutama produk ternak perlu dilakukan untuk mengurangi kejadian foodborn disease. Tujuan penulisan tugas akhir ini adalah untuk mengetahui tingkat kejadian campylobacter pada ayam di wilayah Balai Besar Veteriner Wates Yogyakarta periode 2014-2015. Data kejadian campylobacteriosis pada ayam periode 2014-2015 di peroleh dari laporan di bagian Epidemiologi Balai Besar Veteriner Wates Yogyakarta. Data kemudian dianalisis untuk mendapatkan persentase tingkat kejadian campylobacteriosis. Hasil pengamatan dari data yang ada di Balai Besar Veteriner Wates Yogyakarta periode 2014-2015 menunjukkan bahwa Campylobacteriosis terjadi di Provinsi Jawa Tengah, DIY, dan Jawa Timur. Pada tahun 2014 di Propinsi DIY terdapat 48,72% kasus positif dan Jawa Tengah terdapat 52,56% kasus positif campylobacteriosis. Pada tahun 2015 di Propinsi DIY terdapat 80% dan di Jawa Timur terdapat 54,10% kasus positif campylobacteriosis. Pada tahun 2015 terjadi peningkatan kejadian campylobacteriosis di DIY.
Campylobacter sp. is the agent foodbornedisease, the main cause of acute gastroeteritis in humans worldwide. Foodstuffs from livestock such as milk, meat, and eggs are sources of protein that increase every years. Animal origin food ingredient containt proteint protein is an ingredient that can be easily damaged and contaminated by microbes, which can decrease foodstuffs quality. This can be detrimental to consumers and farmer. Efforts to improve the quality and safety food, especially diary products needs to be done to reduce the incidence of foodborne disease. The purpose of this final assignment is to determine the incidence of campylobacter in chickens in the Balai Besar Veteriner Wates Yogyakarta period 2015-2015. Data incidence of campylobacteriosis in chickens period 2014-2015 is obtained from report in the Epidemology laboratory in Balai Besar Veteriner Wates Yogyakarta. Data analyzed to obtain percentage rate of campylobacteriosis incidence. The observation of existing data in Balai Besar Veteriner Wates Yogyakarta period 2014-2015 showed that campylobacteriosis has occurred in Central Java, DIY, and East Java. In 2014, DIY are 48,72% campylobacter positive case and Central Java are 52,56% campylobacteriosis positive case. In 2015 there are increase incidence of campylobacter in DIY.
Kata Kunci : Ayam, campylobacteriosis, Balai Besar Veteriner Wates