Laporkan Masalah

ANALISIS PENGENDALIAN KUALITAS KERIPIK TEMPE MENGGUNAKAN CONTROL CHART, DIAGRAM PARETO DAN DIAGRAM ISHIKAWA DI INDUSTRI TEMPE MURNI KWENI PANGGUNGHARJO SEWON BANTUL

ANNISA NORRAHMA, Dr. Moh Affan Fajar Falah, STP, M.Agr

2015 | Tugas Akhir | D3 AGROINDUSTRI SV

Industri Tempe Murni Kweni Panggungharjo Sewon Bantul merupakan industri yang mengolah kedelai menjadi tempe murni. Pengembangan produk yang dilakukan dengan menggunakan bahan baku tempe murni adalah keripik tempe. Pada aspek ini, pengendalian mutu sangat penting peranannya terhadap kesuksesan kegiatan produksi. Oleh sebab itu diperlukan pengendalian dalam membuat suatu produk salah satu teknik yang dapat digunakan dalam mengendalikan kualitas yaitu dengan menggunakan alat bantu seven tools. Seven tools merupakan 7 alat perbaikan mutu yang digunakan pada kegiatan siklus pengendalian kualitas. Dari tujuh alat bantu yang ada, yang digunakan dalam menganalisis pengendalian mutu produk keripik tempe yaitu p-chart, diagram pareto dan diagram ishikawa. Untuk mengetahui apakah nilai kecacatan masih dalam batas kontrol atau tidak menggunakan P-chart, sedangkan untuk mengetahui nilai kecacatan yang paling tinggi menggunakan diagram pareto dan untuk mengetahui faktor-faktor yang menjadi penyebab terjadinya suatu masalah menggunakan diagram ishikawa. Hasil analisa diagram pareto prioritas perbaikan yang perlu dilakukan adalah untuk jenis kerusakan yang dominan yaitu secara berurutan kecacatan ketebalan tidak rata (55,12%), kecacatan tidak renyah (24,19%) dan kecacatan gosong (20,70%). Berdasarkan p-chart menunjukkan bahwa tidak ada kecacatan ketebalan tidak rata yang berada di luar batas kendali. Berdasarkan hasil analisa diagram ishikawa dapat diketahui faktor penyebab kerusakan produk berasal dari faktor manusia atau operator yang menjalankan mesin karena melakukan penekanan tempe yang tidak sesuai dengan umur tempe.

Industrial of pure tempe Kweni Panggungharjo Sewon Bantul is the industry that processing soybean becomes pure tempe. Product development is changes pure tempe becomes tempe chips. On this aspect, quality control is too important for success of production activity. Therefore, it need a control on make a product, one of the techniques used seven tools. Seven tools are seven quality improvement tools used in cycle quality control activity. Seven of the existing tools used on analysis quality control of tempe chips are p-chart, pareto diagram and ishikawa diagrams. To know what the defect value in of control line or out of control used a p-chart, while to know the highest value defect used pareto diagram and to know the causes factor used ishikawa diagrams. Analysa result of pareto diagram priority improvements that need to be do for dominant types of disability sequentially are uneven thickness of disability (55,12%), not crisp disability (24,19%) and burnt disability (20,70%). Be based on p-chart indicate that no defect of uneven thickness out of control. Be based on ishikawa diagrams, can know that cause factors originate from humans or operators who operate the machines because pressing the tempe not appropriate with tempe age.

Kata Kunci : Diagram Ishikawa, Diagram Pareto, Keripik Tempe, P-Chart Pengendalian Mutu, Seven Tools