Kemandirian dan produk domestik regional bruto dalam menyongsong otonomi daerah di Kabupaten Sleman
YULIATI, Asnafiah, Dr. Soeratno, MEc
2001 | Tesis | Magister Ekonomika PembangunanPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kemandirian dan Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Sleman di dalam menyongsong otonomi. Variabel yang digunakan adalah Total Penerimaan Daerah (TPD), Pendapatan Ash Daerah (PAD), Bantuan, Pengeluaran Rutin dan Pengeluaran Pembangunan untuk mengukur tingkat kemandirian. Untuk mengukur pengaruh peranan pemerintah daerah terhadap tingkat pertumbuhan ekonomi (PDRB rid) digunakan variabel PAD, Pengeluaran Rutin, Pengeluaran Pembangunan dan variabel lain adalah angkatan kerja. Data yang digunakan adalah data runtun waktu dari tahun 1982/1983 - 1999/2000 dari BPS Propinsi, Kantor Statistik dan Bagian Keuangan pemerintah daerah. Alat analisis yang digunakan meliputi analisis rasio dan ekonometri dengan analisis regresi berganda. Hasil penelitian menunjukkan, bahwa tingkat kemandirian daerah mengalami peningkatan dilihat dad rasio PAD terhadap TPD dan rasio PAD terhadap Pengeluaran Rutin, sedangkan dilihat dari rasio PAD terhadap Pengeluaran Pembangunan tingkat kemandirian daerah tidak berubah. Selanjutnya rasio Bantuan terhadap TPD selalu meningkat. Tingkat PDRB rid dipengaruhi oleh variabel angkatan kerja, PAD rid dan pengeluaran pembangunan dil, tetapi Pengeluaran Rutin nil tidak berpengaruh terhadap PDRB riil.
The aim of the study to know the self reliance and Gross Domestic Regional Product of the Regence of Sleman to face decentralization. The variables used are local government revenue, original local government revenue, aid, local routine expenditure and development expenditure to measure of self reliance. The variables original local government revenue, local routine expenditure, local development expenditure and the other variable labour forces used to measure off economic growth (Real Gross Domestic Regional Product). The time series data from Province and Regional Statistical Berau, Finance's Department, since 1982/1983 - 1999/2000 used to ratio analysis and econometric multiple regression analysis. The result show that the regional self reliance increase by the indicator of the ratio between original local government revenue and local government revenue to local routine expenditure, but decrease by the ratio of local government revenue to local government routine expenditure. The growth of real Gross Domestic Regional Product increase by the increasing labour forces, real original government revenue and development government expenditure, but not by local routine expenditure.
Kata Kunci : Produk Domestik Regional Bruto, Otonomi Daerah