Laporkan Masalah

PENGARUH MUSIM, CURAH HUJAN DAN KETINGGIAN TEMPAT TERHADAP KEJADIAN ANTRAKS YANG DI DIAGNOSIS POSITIF DI BALAI BESAR VETERINER WATES YOGYAKARTA

NUR INDAH SAPUTRI, Dr. drh. Surya Amanu, M.Si

2015 | Tugas Akhir | D3 KESEHATAN HEWAN SV

Antraks merupakan penyakit bakterial yang disebabkan oleh Bacillus anthracis, menyerang ruminansia besar, kuda dan babi yang ditandai oleh kematian mendadak dengan pendarahan pada lubang-lubang kumlah serta bersifat zoonosis melalui kontak kulit, inhalasi atau mengkonsumsi ternak yang terkontaminasi.Hewan yang mati karena antraks dilarang untuk dibedah bangkainya agar tidak membuka peluang bagi bakteri Bacillus anthracis untuk membentuk spora yang mampu bertahan hidup selama puluhan tahun di tanah.Tujuan penulisan tugas akhir ini adalah untuk mengetahui hubungan antara kejadian kasus antraks di Balai Besar Veteriner Wates Yogyakarta pada periode 2011 sampai 2014 dengan faktor risiko yang berperan untuk mendukung munculnya kasus antraks.Curah hujan tidak mutlak mempengaruhi kejadian kasus antraks. Kejadian kasus antraks ditemukan pada lokasi yang di diagnosis positif oleh Balai Besar Veteriner Wates Yogyakarta pada ketinggian 115 sampai 1840 mdpl, namun kejadian kasus antraks lebih banyak ditemukan pada lokasi yang lebih rendah.

Antraks is a bacterial disease which is caused by Bacillus anthracisattacks big ruminants, horse, and pig which is marked by the sudden death followed by bleeding in the kumlah holes and characteristically zoonosis through skin contact, inhalation or consume the livestocks which are contaminated.The carcass of animals which dead because of antraks are prohibited to be operated, so there is no chance forBacillus anthracis to form the spore which is able to survive for decades in the soil.The goal of writing this final assignment is to know the relation of antraks cases in BalaiBesarVeterinerWates Yogyakarta in the period of 2011 until 2014 with risk factors which have a role to support the emergence of antraks cases. Rainfall does not absolutely influence antraks cases. Antraks cases is found in a location which is diagnosed positive by Balai Besar Veteriner Wates Yogyakarta at 115 until 1840 mdpl height, but antraks cases is more common be found in lower location.

Kata Kunci : Antraks, Bacillus anthracis, faktor risiko kejadian antraks, Balai Besar Veteriner Wates Yogyakarta/Antraks, Bacillus anthracis, risk factors of antraks cases, Balai Besar Veteriner Wates Yogyakarta 

  1. D3-2015-332165-tableofcontent.pdf  
  2. D3-2015-332165-title.pdf