PENCEGAHAN PENYAKIT RABIES OLEH DINAS PERINDUSTRIAN PERDAGANGAN KOPERASI DAN PERTANIAN KOTA YOGYAKARTA TAHUN 2013-2014
IKHSAN AFANDI, drh. Dyah Ayu Widiasih, Ph.D.
2015 | Tugas Akhir | D3 KESEHATAN HEWAN SVINTISARI Penyakit rabies merupakan penyakit berbahaya bagi hewan dan manusia yang dapat menyebabkan kematian. Tujuan penulisan ini adalah untuk mengetahui program pencegahan rabies oleh Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Pertanian Kota Yogyakarta pada tahun 2013 dan 2014. Pengambilan data dilakukan dengan wawancara dan menganalisis data sekunder berupa tabel vaksinasi rabies per kecamatan di Kota Yogyakarta. Pencegahan rabies dilakukan dengan 3 cara yaitu program penyuluhan kepada warga Kota Yogyakarta tentang bahaya penyakit rabies dan pencegahan nya, vaksinasi rabies, dan depopulasi hewan penular rabies (HPR) liar. Vaksinasi dilaksanakan di seluruh kecamatan Kota Yogyakarta dengan menggunakan vaksin merk Rabisin oleh 4 Dokter Hewan yang berwenang. Dilakukan dengan cara aktif yaitu mendatangi warga yang memiliki HPR dan pasif yaitu menunggu warga membawa HPR ke Poliklinik Hewan Kota Yogyakarta. Keberhasilan vaksinasi ditentukan dengan tidak adanya laporan tentang penyakit rabies di wilayah Kota Yogyakarta. Sejak 9 September 1997 Kota Yogyakarta telah terbebas dari virus rabies. Program depopulasi HPR liar dilaksanakan 2 kali dalam seminggu, terdapat 2 kategori yang termasuk HPR liar yaitu hewan yang berkeliaran di jalan tanpa pemilik dan hewan yang masuk ke dalam wilayah Kota Yogyakarta tanpa surat izin yang jelas. Hewan yang diamankan oleh petugas akan ditunggu 14 hari di Poliklinik Hewan Kota Yogyakarta jika tidak ada yang mengadopsi maka hewan akan di euthanasi.
ABSTRACT Rabies is a disease harmless to animals and humans that can cause death. The purpose of this scientific papers was to determine the rabies prevention program by the Department of Industry, Commerce and Agriculture Cooperative Yogyakarta in 2013 and 2014. Data were collected through interviews and analyzing secondary data rabies vaccination per districts in the city of Yogyakarta. Rabies prevention was done by three ways, namely education programs to the citizens of the city of Yogyakarta on the dangers of rabies and its prevention, rabies vaccination, and depopulationofAnimal wild carrier rabies (HPR). Vaccination implemented in all districts of Yogyakarta by using vaccines brand Rabisin by the 4 Veterinarian authorities. It were done actively, which went to the citizen who have HPR and passively by waiting for the citizen to bring their HPR to the Animal Clinic. The success of vaccination is determined by the absence of reports of rabies in the city of Yogyakarta. Since 9 September 1997 the city of Yogyakarta has been free of rabies virus. Wild HPR depopulation program held two times a week, there were two categories that include wild HPR animals that roaming in the streets without owners and animals into the territory of the city of Yogyakarta without valid licences. Animals are secured by the officer would wait 14 days in Yogyakarta City Animal Clinic if not adopted then the animal will be euthanized.
Kata Kunci : HPR, penyakit rabies, pencegahan rabies