Evaluasi penetapan kecamatan sebagai pusat pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Gunungkidul
EKONINGSIH, Yuniarti, Prof.Dr. Nopirin, MA
2003 | Tesis | Magister Ekonomika PembangunanPenelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi apakah penetapan kecamatan pusat pertumbuhan ekonomi di kabupaten Gunungkidul pada tahun 1999 yaitu Kecamatan Ponjong, Tepus, Playen dan Kecamatan Semin masih sesuai untuk ke depannya berdasarkan fasilitas perkotaan yang dimiliki masing-masing kecamatan dan untuk menentukan hinterland dari tiap kecamatan pusat pertumbuhan ekonomi dalam rangka membentuk kesatuan wilayah agropolitan. Selain itu penelitian ini bertujuan untuk menentukan jenjang tiap kecamatan yang berada di wilayah Kabupaten Gunungkidul. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder. Untuk menilai fasilitas perkotaan digunakan analisis Scalogram dengan menggunakan data fasilitas perekonomian, sosial dan pemerintahan yang dimiliki masing-masing kecamatan . Data tentang jumlah penduduk, jarak tiap kecamatan ke ibukota kabupaten dan jarak tiap kecamatan ke kecamatan pusat pertumbuhan digunakan untuk analisis model gravitasi. Hasil penelitian menunjukkan Kecamatan Semin sebagai salah satu kecamatan pusat pertumbuhan ekonomi belum memiliki ketersediaan fasilitas perkotaan yang lengkap, karena skor yang diperoleh dari analisis Scalogram hanya 915, berada di urutan ke sebelas di bawah ibukota kabupaten.. Dengan menggunakan analisis model gravitasi ke ibukota kabupaten dan melihat peta wilayah dapat ditentukan daerah hinterland untuk tiap kecamatan pusat pertumbuhan ekonomi yaitu hinterland Kecamatan Tepus adalah Kecamatan Rongkop, hinterland Kecamatan Playen adalah Kecamatan Gedangsari, hinterland Kecamatan Semin adalah Kecamatan Ngawen. Hinterland Kecamatan Ponjong adalah Kecamatan Karangmojo dan Semanu. Kecamatan Wonosari sebagai ibukota berfungsi sebagai central place jenjang pertama mempunyai interaksi kuat dengan kecamatan yang jaraknya paling dekat yaitu Kecamatan Playen, Semanu dan Karangmojo, sehingga ketiga kecamatan tersebut dapat difungsikan sebagai central place jenjang kedua atau menjadi pusat pertumbuhan (growth centre) yang baru. Kecamatan Karangmojo dan Semanu dapat dijadikan alternatif pusat pertumbuhan karena telah memiliki fasilitas perkotaan yang lengkap.
This research attemps to evaluate Kecamatan Ponjong, Tepus, Playen dan Semin as the economic growth centre and how it has a role in the growth of its own as well as its surrounding areas and still stay in the futute, based on city facilities each subdistrict in Gunungkidul Regency and look for the hinterland of each subdistrict as the economic growth center to develop orientation agropolitan district. In addition, this rearch also identifies the hierarcy of subdistrict in the regency of Gunungkidul. Data used in the present research are secondary data consisting of city facilities included economic, social and government facilities. The data used to evaluate each subdistrict with Scalogram analysis.The data of number of population, distance from subdistrict to head of the regency and distance from subdistrict as the economic growth centre used to count index gravity value. Based on the rearch result was concluded that Kecamatan Semin is one of the economic growth center doesn’t have variety city facilities, because its score reach only 915, there are eleventh under the head of regency with gravitation model analysis and the map of Gunungkidul regency used to show the hinterland of subdistrict as the economic growth centers. The hinterland of each subdistict as the economic growth centers like this : the hinterland of Kecamatan Tepus is Rongkop, the hinterland of Kecamatan Playen is Gedangsari , the hinterland of Kecamatan Semin is Ngawen , the hinterland of Kecamatan Ponjong is Karangmojo and Semanu. Kecamatan Wonosari as head of the regency have strong relation with subdistrict Kecamatan Playen, Semanu dan Karangmojo, which their distance are nearliest from the regency and that subdistrict can become new growth centres. Kecamatan Karangmojo and Ponjong are perspective become to new growth centre, because they have any facilities, more and rather complete than the others.
Kata Kunci : Pertumbuhan Ekonomi,Kecamatan, Economic growth centre,