Laporkan Masalah

EFEKTIVITAS TERAPI AKTIVITAS KELOMPOK TERHADAP ASPEK PRACTICAL BECOMING DALAM KUALITAS HIDUP PASIEN GANGGUAN JIWA DI DESA SIAGA SEHAT JIWA WILAYAH PUSKESMAS KABUPATEN BANTUL YOGYAKARTA

YULIA DEWI WIJAYANTI, Dr. Ibrahim Rahmat, S.Kp.,S.Pd.,M.Kes.; Puji Sutarjo, S.Kep.,Ns.,MPH

2015 | Skripsi | ILMU KEPERAWATAN

Latar Belakang: Gangguan jiwa mempunyai dampak negatif terhadap kualitas hidup seseorang. Individu tidak dapat berpartisipasi dalam pekerjaan maupun kegiatan di waktu luang, tidak produktif dan bergantung pada orang lain. Seseorang dapat dinilai memiliki kualitas hidup yang lebih tinggi apabila dapat berperan serta dalam kehidupan bermasyarakat. Aspek practical becoming merupakan aspek penting dalam kualitas hidup pasien gangguan jiwa karena mencakup kegiatan yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari seperti menjalankan peran dalam rumah tangga, bekerja, aktivitas pendidikan, perawatan diri, dan keterlibatan dalam pelayanan kesehatan atau sosial. Terapi aktivitas kelompok merupakan salah satu terapi modalitas yang bertujuan untuk meningkatkan produktivitas serta kemampuan seperti kegiatan dalam kehidupan sehari-hari. Tujuan: Untuk mengetahui efektifitas Terapi Aktivitas Kelompok terhadap perubahan nilai aspek pratical becoming dalam kualitas hidup pasien gangguan jiwa di Desa Siaga Sehat Jiwa Wilayah Puskesmas Kabupaten Bantul Yogyakarta Metode: Penelitian ini menggunakan quasi-experimental pretest-postest with control group design dengan metode kuota sampling yang dilakukan di Puskesmas Jetis II dan Kasihan II Bantul Yogyakarta. Kelompok intervensi (n=24) diberikan terapi aktivitas kelompok dan kelompok kontrol (n=24) menjalankan aktivitas sehari-hari sesuai program dari puskesmas. Pengukuran pretest dan post-test aspek practical becoming menggunakan Kuesioner Kualitas Hidup Aspek Practical Becoming. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa setelah pemberian terapi aktivitas kelompok, pada kelompok intervensi tidak mengalami peningkatan aspek practical becoming dalam kualitas hidup dan pada kelompok kontrol mengalami peningkatan. Nilai p pada kelompok intervensi (p=0,232 atau p>0,05) dan kelompok kontrol (p=0,744 atau p>0,05). Artinya tidak terdapat perubahan yang bermakna aspek practical becoming dalam kualitas hidup dari pre-test ke post-test pada kedua kelompok. Nilai delta mean kelompok kontrol (0,62) lebih besar daripada kelompok intervensi (-3,38) dengan nilai p=0,358 (p>0,05), artinya tidak terdapat perbedaan yang bermakna aspek practical becoming dalam kualitas hidup antara kedua kelompok. Kesimpulan: Terapi aktivitas kelompok tidak efektif terhadap perubahan nilai aspek practical becoming dalam kualitas hidup pasien gangguan jiwa di Desa Siaga Sehat Jiwa wilayah Puskesmas Kabupaten Bantul Yogyakarta.

Background: Mental disorder have negative impact on quality of life mental disorder patients. They are unable to participate in work and leisure activities, they are become non-productive and depend on others. Someone appreciable have higher quality of life if they can participate in community living. Practical becoming was important aspect in quality of life because it include activities related to daily living such as doing role in household, work, education activity, self care, and participate in health or social service. Activities group therapy is one of modality therapy that aimed to increase productivity and ability like doing activities of daily living. Objective: This study is aimed to determine effectiveness of activities group therapy on alteration practical becoming aspect in the quality of life patient with mental disorder at "Desa Siaga Sehat Jiwa" the working area of Bantul health centre Yogyakarta. Methods: This study used quasi-experimental pretest-postest with control group design with kuota sampling method. The intervention group (n = 24) was given the group activity therapy and the control group (n = 24) was done activity of daily living program from primary health center. Pre and post practical becoming aspect data's were collected using Quality of Life of Practical Becoming Questionnaire. Results: The results of the research indicate that after given activities group therapy, intervention group have increasing practical becoming aspect in the quality of life and the control group didn't have increasing. The value of p in intervention group (p=0,232 or p>0,05) and the value of p in the control group (p=0,744 or p>0,05). So, there weren't significant alteration practical becoming aspect in the quality of life from pretest to post-test on both of group. The value of delta mean in the control group (0,62) higher than intervention group (-3,38) with value of p=0,358 (p>0,05). So, there weren't significant difference practical becoming aspect in the quality of life among both group. Conclusion: Activities group therapy doesn't effective to alteration value practical becoming aspect in the quality of life patient with mental disorder at "Desa Siaga Sehat Jiwa" the working area of Bantul health centre Yogyakarta.

Kata Kunci : gangguan jiwa, aspek practical becoming dalam kualitas hidup, terapi aktivitas kelompok