Evaluasi Ketepatan Penggunaan Antibiotik Empiris pada Pasien Pneumonia Anak di Instalasi Rawat Inap Rumah Sakit UGM Tahun 2014
DINI CAHYANINGTYAS, Dr. Ika Puspita Sari, M.Si., Apt
2015 | Skripsi | S1 FARMASIPneumonia merupakan penyebab kematian terbesar pada anak dan balita di dunia yang terapinya perlu mendapatkan antibiotik. Sekitar 40-62% antibiotik digunakan secara tidak tepat sehingga perlu adanya suatu evaluasi untuk menilai ketepatan penggunaan antibiotik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ketepatan penggunaan antibiotik berdasarkan metode Gyssens serta gambaran kondisi pasien saat pulang. Penelitian ini termasuk penelitian non eksperimental yang dianalisis secara deskriptif. Pengambilan data dilakukan secara retrospektif dari catatan rekam medis pasien anak dengan diagnosa utama pneumonia yang menjalani rawat inap di Rumah Sakit UGM tahun 2014. Pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling. Evaluasi ketepatan penggunaan antibiotik dilakukan secara kualitatif dengan metode Gyssens. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 22 pasien yang memenuhi kriteria inklusi, terdapat 54,5% pasien laki-laki dan 45,5% pasien perempuan dengan didominasi kelompok usia 2-59 bulan sebesar 81,8%. Penyakit penyerta terbanyak adalah gizi kurang dengan persentase sebesar 20%. Sebesar 56,5% antibiotik yang diberikan termasuk kategori tepat dan 43,5% tidak tepat. Pengobatan secara tepat dan tidak tepat tidak memberikan perbedaan yang signifikan terhadap kondisi pasien saat pulang. Pasien yang pulang dalam kondisi membaik dengan mendapatkan antibiotik tepat sebesar 43,5% dan yang tidak tepat sebesar 39,1%, sedangkan pasien yang pulang dalam kondsi sembuh dengan mendapatkan antibiotik tepat maupun tidak tepat sebesar 8,7%.
Pneumonia is the second biggest cause of death on children and infants under 5 years old in the world, in which the therapy is antibiotic. About 40-62% of antibiotics are applied improperly, so an evaluation is needed to assess the accuracy of antibiotic usage. The objective of this research is to know the accuracy of antibiotic usage based on the Gyssens method and the description of patient's conditions when they return from the hospital. This research is a non-experimental one, which is analyzed descriptively. The data is taken retrospectively from the medical records of the children patients with pneumonia as the main diagnose, who are inpatients in UGM hospital in 2014. The sampling is done by purposive sampling. The accuracy evaluation of antibiotic use is done qualitatively using Gyssens method. The result of the research shows that from the 22 patients fulfilling inclusion requirements, there are 54.5% male patients and 45.5% female patients, who are dominated by the group of 2-59 month children (81.8%). The most common secondary disease is malnutrition (20%). 56.5% of given antibiotics are categorized into proper and 43.5% are improper. The accurate and inaccurate healings do not show significant differences towards the condition of the patients when they return from the hospital. Patient coming home with better condition after getting proper antibiotics are 43.5% and the ones getting better after receiving improper antibiotics are 39.1%. Meanwhile, the patients coming home with better condition after getting either proper or improper antibiotics are 8.7%.
Kata Kunci : pneumonia, antibiotic, qualitative analysis, Gyssens method