HUBUNGAN ANTARA PENGABAIAN PSIKOLOGIS DENGAN KUALITAS HIDUP LANSIA DI KELURAHAN BENER KECAMATAN TEGALREJO
RISKA ISDIANA, Sri Mulyani, S.Kep., Ns., M.Ng.;Purwanta, S.Kp., M.Kes.
2015 | Skripsi | ILMU KEPERAWATANINTISARI Latar Belakang : Jumlah lanjut usia (lansia) di Indonesia terus bertambah dan sebagian besar lansia memilih tinggal bersama keluarga. Hal ini memberikan beban mental pada keluarga karena tidak semua keluarga bisa memenuhi kebutuhan lansia. Anggota keluarga sibuk bekerja sehingga lansia merasa terabaikan. Pengabaian psikologis menyebabkan lansia beresiko mengalami psychological distress, memiliki perasaan sedih, takut dan terisolasi. Pengabaian psikologis yang di alami lansia dapat mempengaruhi domain kualitas hidup lansia. Tujuan Penelitian : Mengetahui hubungan antara pengabaian psikologis dengan kualitas hidup lansia di Kelurahan Bener Kecamatan Tegalrejo. Metode : Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif korelatif menggunakan desain cross-sectional. Responden dalam penelitian ini berjumlah 64 orang dengan metode accidental sampling. Penelitian ini menggunakan instrumen WHOQOL-BREF Bahasa Indonesia dan instrumen pengabaian psikologis yang telah diuji reliabilitas (nilai alfa 0,905 dan 0,789). Analisis penelitian menggunakan uji Spearman rank rho untuk mengetahui hubungan antara pengabaian psikologis dengan kualitas hidup. Hasil : Sebanyak 60 orang (93,8%) partisipan tidak mengalami pengabaian psikologis dan sebanyak 58 orang (90,6%) partisipan memiliki kualitas hidup yang tinggi. Nilai r= 0,138 (p= 0,275) sehingga hasilnya tidak signifikan. Kesimpulan : Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara pengabaian psikologis dengan kualitas hidup lansia.
ABSTRACT Background: The number of elderly in Indonesia continues to grow and the majority of them live with their families. This condition gives family mental burden because not all families are able to meet their needs. Family members are busy with work so the elderly feel social, cultural and psychological neglected. Psychological neglect makes the elderly at risk of experiencing psychological distress, feeling of sadness, fear and isolation. This psychological neglect which experienced by the elderly can affect quality of life. Objective: To identify the correlation between psychological neglect and elder quality of life in Bener village, Tegalrejo sub-district. Methode: a correlative descriptive research using cross-sectional design. Respondents in this study were 64 people by accidental sampling. This study used Indonesian WHOQOL-BREF and psychological neglect instrument which had been tested for reliabilty (alpha value 0,905 and 0,789). Spearman rank rho test used to analyze the level of correlation between psychological neglect and quality of life of the elderly. Results: there was 60 people (93.8%) of respondents did not undergo psychological neglect and there was 58 people (90.6%) of respondents had a high quality of life. The result was statistically not significant with r= 0,138 (p= 0,275). Conclusion:There is no significant relationship between psychological neglect the quality of life of the elderly.
Kata Kunci : Pengabaian psikologis, kualitas hidup, lansia