Laporkan Masalah

PERNIKAHAN USIA DINI DAN IMPLIKASINYA TERHADAP KEBERLANGSUNGAN RUMAH TANGGA DI KECAMATAN SUNGAI KERUH KABUPATEN MUSI BANYUASIN PROVINSI SUMATERA SELATAN

NINA DAMAYATI, Prof. Dr. R. Rijanta, M.Sc. ; Dr. Sudrajat, M.P.

2015 | Tesis | S2 Kependudukan

Pernikahan usia dini merupakan pernikahan yang dilakukan pada usia dibawah 18 tahun, nikah pada usia dini banyak membawah dampak yang tidak baik bagi rumahtangga yang menikah usia dini, seperti tidak lamanya keberlangsungan rumahtangga, setiap tahun tercatat ribuan kasus perceraian yang terdaftar di pengadilan. Penelitian ini memilik tiga tujuan: Pertama, mengetahui kehidupan sosial ekonomi, dan demografi rumahtangga remaja yang menikah usia dini. Kedua, menganalisis faktor-faktor yang mempengaruh remaja melakukan pernikahan usia dini. Ketiga, mengetahui hubungan pernikahan usia dini dengan keberlangsungan rumahtangga remaja yang menikah usia dini. Jenis penelitian menggunakan metode survei untuk sensus dan menggunakan metode kuantitatif dan kualitatif untuk analisisnya. Responden dalam penelitian ini adalah wanita yang menikah usia dini di Desa Rantau Sialang dari tahun 2009 sampai 2014 sebanyak 76 responden. Data dikumpulkan melalui wawancara menggunakan kuesioner. Data kualitatif didapat melalui wawancara untuk melengkapi data kuantitatif. Analisis data mengunakan distribusi frekuensi, tabulasi silang, dan regresi berganda. Hasil Penelitian menemukan kehidupan sosial ekonomi rumah tangga yang menikah dini rendah. Hal itu dapat dilihat dengan rendahnya tingkat pendidikan, pekerjaan dan pendapatan, sedangkan kehidupan demografi rumah tangga nikah dini sudah cukup baik dalam keikutsertaan KB dan jumlah anak yang dimiliki sedikit. Status ekonomi orang tua, tingkat pendidikan, dan hamil sebelum nikah mempunyai pengaruh terhadap pernikahan usia dini dengan taraf keyakinan 95%, sedangkan keinginan remaja sendiri tidak berpengaruh terhadap pernikahan usia dini. Pernikahan usia dini tidak mempunyai hubungan yang signifikan terhadap keberlangsungan rumahtangga. Percerain terjadi disebabkan kehidupan sosial ekonomi yang rendah. Rumahtangga yang menikah usia dini banyak yang berakhir dengan perceraian dalam kurang dari lima tahun usia pernikahan tercatat 38% rumahtangga yang telah bercerai.

Early marriage is a marriage conducted at ages under 18 years, marriage at an early age many did not bring a good impact for households who marry early age, such is not the length of the sustainability of households, recorded every year thousands of divorce cases registered in court. This research has the three objectives: First, know the social and economic life, and household demographics teenagers who married early age. Second, analyze the factors that influence the adolescent conduct early marriage. Third, determine the relationship of early marriage with a continuation of households of married adolescent early age. This type of research using census and survey methods for using quantitative and qualitative methods for analysis. Respondents in this study were women who married early age in Rantau Sialang from 2009 to 2014 as many as 76 respondents. Data were collected through interviews using a questionnaire. The qualitative data obtained through interviews to complement the quantitative data. Data analysis of frequency distribution, cross tabulation and multiple regression. The result social and economic conditions of households that early marriage is low. It can be seen with low levels of education, employment and income, whereas the life of the household demographics of early marriage is good enough in participation family planning and the number of children slightly. Economic status of parents, education level, and pregnant before marriage have an influence on early marriage with a confidence level of 95%, while the teen's own desires no effect on early marriage. Early marriage has no significant relationship to the survival of the household. Divorce happens due to low socio-economic life. Households who marry early age many are ending in divorce in less than five years of marriage recorded 38% of households who have been divorced.

Kata Kunci : pernikahan usia dini, sosial ekonomi dan demografi, perceraian/early marriage, socio-economic and demographic, divorce

  1. S2-2015-357474-abstract.pdf  
  2. S2-2015-357474-bibliography.pdf  
  3. S2-2015-357474-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2015-357474-title.pdf