Laporkan Masalah

Pengembangan kawasan pesisir Propinsi Sumatera Barat

RETNO, Nugroho, Prof.Dr. Dibyo Prabowo, MSc

2002 | Tesis | Magister Ekonomika Pembangunan

Penelitian ini bertujuan pertama untuk mengindentifikasi klasifikasi pertumbuhan ekonomi. Kedua mengindentifikasi jumlah subsektor unggulan. Ketiga mengindentifikasi pusat pertumbuhan (hirarki kota). Keempat mengindentifikasi tingkat keterkaitan antarkabupaten/kota pada kawasan pesisir Propinsi Sumatera Barat. Data yang digunakan daiam penelitian ini adalah data sekunder yang terdiri dari PDRB riil, PDRB Per kapita rill dalam kurun waktu 1993-2000 dan data fasilitas ekonomi, fasilitas sosial, fasilitas pemerintahan, serta jumlah penduduk, jarak antara kabupatenkota tahun 2001. Data tersebut diperoleh dari BPS, Bappeda dan instansi terkait Propinsi Sumatera Barat. Data ini dianalisis dengan menggunakan alat analisis Klassen Typology untuk indentifikasi klasifikasi pertumbuhan ekonomi, analisis Location Quotient untuk indentifikasi subsektor unggulan, metode Skalogram untuk identifikasi pusat pertumbuhan (hirarki Kota) dan metode Gravitasi untuk tingkat keterkaitan antarkabupatenkota. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kota Padang masuk klasifikasi maju dan cepat tumbuh, mempunyai 12 subsektor unggulan, merupakan pusat pertumbuhan kawasan pesisir dan memiliki tingkat keterkaitan yang tinggi terhadap kabupatenkota. Kabupaten Pesisir Selatan masuk klasifikasi relatif tertinggal, mempunyai 7 subsektor unggulan, termasuk hirarki kota ke lima dan mempunyai tingkat keterkaitan yang lemah. Kabupaten Padang Pariaman masuk klasifikasi berkembang cepat, mempunyai 7 subsektor unggulan, termasuk hirarki kota ke dua dan mempunyai tingkat keterkaitan yang sedang. Kabupaten Agarn masuk klasifikasi berkembang cepat, mempunyai 8 subsektor unggulan, termasuk hirarki kota ke tiaa dan mempunyai tingkat keterkaitan yang sedang. Kabupaten Pasaman masuk klasifikasi relatif tertinggal, mempunyai 7 subsektor unggulan, termasuk hirarki kota ke empat dan mempunyai tingkat keterkaitan yang lemah.

This research is aimed first to identify the economy growth classification. The second aim is to identify the amount of leading sub sector in economy. The third aim is to identify the growth pole (city hierarchy). The fourth aim is to identify the linkage between regency and municipality at coastal plains on Province of Sumatera Barat. Data used in this research are secondary data including The Real and The Per Capita Gross Domestic Regional Product (PDRB) in period 1993- 2000. This research is also using the secondary data of economy facility, social facility, government facility, number of population, and distance between regency and municipality on Province of Sumatera Barat. Data analyze with Klassen Typologi Analysis that used to identify the economy growth classification. Scalogram Method is to identify the growth pole (city hierarchy), and Gravitation Method is to identify the linkage between regency and municipality. The result in this research show Padang Municipality is in rapid growth. It haves 12 leading sub sectors in economy, and as the first growth pole on coastal plains, and also haves the high linkage. Pesisir Selatan Regency is in low growth. It haves 7 leading sub sectors in economy, and as the fifth growth pole and also haves the low linkage. Padang Pariaman Regency is in rapid growth classification. It haves 7 leading sub sectors in economy, and as second growth pole, and also haves the middle linkage. Agam Regency is in rapid growth. It haves 8 leading sub sectors in economy, and as third growth pole, and also haves the middle linkage. Pasaman Regency is in low growth. It haves 7 leading sub sectors in economy, and as fourth growth pole, and also haves the low linkage.

Kata Kunci : Pertumbuhan Ekonomi, Sub Sektor Unggulan, Kawasan Pesisir


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.