Pengaruh Convention On International Trade of Endangered Species dalam Upaya Penegakan Hukum oleh Pemerintah Indonesia Terhadap Perdagangan Kucing Hutan di Daerah Istimewa Yogyakartaa
CHAIRIL MEIVANDRI ADLAN T, Prof. Dr. Agustinus Supriyanto S.H., M.Si.
2015 | Skripsi | S1 ILMU HUKUMConvention on International Trade in Endangered Species of Wild Fauna and Flora (CITES) adalah perjanjian internasional antar negara, tujuannya adalah untuk memastikan bahwa perdagangan internasional spesies satwa liar dan tanaman tidak mengancam kelangsungan hidup mereka, Indonesia telah mengaksesi Convention on International Trade in Endangered Species of Flora and Fauna melalui Keputusan Presiden nomor 43 tahun 1978 tentang pengesahan CITES yang merupakan tindakan tranformasi hukum internasional ke hukum nasional,dengan di ratifikasinya CITES maka konvensi tersebut mengikat bagi Indonesia. Indonesia terikat untuk menjalankan kewajiban-kewajiban yang terdapat di dalam konvensi tersebut. Dalam Convention on International Trade in Endangered Species of Flora and fauna Negara pihak dalam konvensi tersebut termasuk indonesia berkewajiban untuk melindungi spesies langka dari perdagangan ilegal, tetapi pada kenyataan di lapangan masih saja marak terjadi perdagangan tanaman dan satwa langka yang terjadi khusunya di Daerah Istimewa Yogyakarta, masalah tersebut akan diteliti secara normatif untuk meneliti pengaruh CITES dalam penegakan hukum di indonesia terhadap perdagangan kucing hutan.
Convention on International Trade in Endangered Species of Wild Fauna and Flora (CITES) is an international agreement between countries, the aim is to ensure that international trade of wildlife and plant species does not threaten their survival, Indonesia has accession the Convention on International Trade in Endangered Species of Flora and Fauna through Presidential Decree number 43 in 1978 on the ratification of CITES which is the act of transformation of international law into national law, with at CITES, the convention ratifications are binding for Indonesia. Indonesia is bound to carry out the obligations contained in the convention. In the Convention on International Trade in Endangered Species of Flora and fauna of the State party in the convention, including Indonesia's obligation to protect endangered species from the illegal trading , but in fact still occurs trade of rare plants and animals that occur especially in Yogyakarta, The matter will be investigated normative research to examine the effects of CITES in law enforcement in Indonesia on forest cat trading.
Kata Kunci : Convention on International Trade of Endagered Species, Penegakan Hukum, Pemerintah Indonesia, Kucing Hutan