Laporkan Masalah

HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DENGAN TINGKAT DEPRESI PADA PASIEN YANG MENJALANI HEMODIALISIS DI RSUD PANEMBAHAN SENOPATI BANTUL

SRI NINGSIH, Intansari Nurjannah, BSN., MNSc., PhD;Ns. Harmilah, S.Pd., M. Kep., Sp. MB

2015 | Skripsi | ILMU KEPERAWATAN

Latar Belakang:terapi hemodialisis merupakan salah satu prosedur pengobatan untuk memperbaiki keadaan ginjal pada pasien gagal ginjal kronis. Dampak yang ditimbulkan terapi hemodialisis yang lama akan menyebabkan terjadinya gangguan psikologis berupa depresi. Salah satu faktor penyebab depresi adalah faktor sosiodemografi. Tingkat pendidikan seseorang akan mempengaruhi seberapa besar sesorang dapat menerima informasi yang pada akhirnya akan menghasilkan pengetahuan. Pengetahuan seseorang tentang hemodialisis dapat mengatasi kondisi psikologis dan sikap seseorang. Tujuan: untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dengan tingkat depresi pada pasien yang menjalani hemodialisis di RSUD Panembahan Senopati Bantul. Metode: penelitian ini merupakan penelitian cross sectional. Penelitian dilakukan pada bulan Januari-Februari 2015 dengan jumlah subyek 81 orang pada pasien yang menjalani hemodialisis di RSUD Panembahan Senopati Bantul. Tehnik sampling menggunakanpurposive sampling. Hasil: tingkat pengetahuan responden sebagian besar (51,9%) dalam kategori baik dan tingkat depresi sebagian besar (65,4%) dalam kategori ringan. Secara statistik terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan dengan tingkat depresi (p= 0,000 dan r= -0,578). Kesimpulan: terdapat hubungan yang bermakna antara tingkat pengetahuan dengan tingkat depresi pada pasien yang menjalani hemodialisis di RSUD Panembahan Senopati Bantul dengan tingkat hubungan sedang, sehingga diharapkan tingkat pengetahuan pasien dapat menjadi perhatian.

Background: hemodialysis therapy is one of treatment procedure to improve the state of patients kidney with chronic kidney failure. The impact of long hemodialysis therapy would lead to psychological disorders such as depression. One of the causes of depression is sociodemographic factor. The level of person education will affect how much someone can receive the information that will ultimately generate knowledge. Person Knowledge on hemodialysis can overcome the psychological conditions and attitudes. Objective: to investigate the correlation between knowledge level and depression level in patients who are undergoing hemodialysis in Panembahan Senopati Bantul Hospital. Methods: this study used cross sectional design. The study was conducted in January-February 2015 with 81 patients as the subjects who were undergoing hemodialysis in Panembahan Senopati Bantul hospital. For the data analysis, purposive sampling was to find out the correlation between two variables. Results: The most knowledge level of respondents (51.9 %) in good category and the most depression level (65.4 %) in the light category. Statistically, there is a correlation between knowledge level of depression level (p= 0.000 and r= -0.578). Conclusion: there is a significant correlation between knowledge level to depression level in patients who are undergoing hemodialysis in Panembahan Senopati Bantul hospital with a medium level of correlation. Therefore, it is expected that knowledge level of the patient can be a concern.

Kata Kunci : hemodialisis, tingkat pengetahuan, tingkat depresi

  1. S1-2015-317367-abstract.pdf  
  2. S1-2015-317367-bibliography.pdf  
  3. S1-2015-317367-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2015-317367-title.pdf